Kapal Pengangkut Semen Karam di Perairan Maluku Utara, 2 Orang Tewas

Kapal Pengangkut Semen Karam di Perairan Maluku Utara, 2 Orang Tewas

M Hanafi Holle - detikNews
Senin, 14 Jan 2013 11:43 WIB
Ambon - KM Toyando Mahule yang mengangkut semen dan besi karam di Perairan Pulau Ut, Maluku Utara. Dua orang tewas dan seorang hilang.

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Iroth Recky Laurens yang dihubungi detikcom, Senin (134/1/2013), menyatakan sebanyak 28 penumpang dan ABK berhasil diselamatkan, dua tewas, dan seorang hilang dalam kejadian itu. Kapal yang di­nahkodai Asabi Rahak­bauw itu bertolak dari Pelabuhan Ferry Kota Tual menuju Desa Toyando, Minggu (13/1/2013). Sekitar pukul 13.25 WIT, saat tiba di Perairan Pulau Ut, baling-baling kapal tersangkut tali rumput laut.

"Kapal sempat berlabuh untuk melepaskan tali rumput laut tersebut," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat kondisi laut yang kurang bersahabat, salah satu penumpang menginformasikan kepada Kades Toyando, Eyamru, yang berada di Tual dan sang kades memerintahkan agar kapal segera kembali ke Tual. Selanjutnya pukul 16.00 WIT, se­orang penumpang kembali menel­epon warga Toyando yang berdo­misili di Tual, Abdul Kadir, dan memberitahukan muatan motor berupa semen dan besi sudah di­buang ke laut dikarenakan air laut sudah masuk ke dalam kapal.

Kapolres mengaku, pihaknya bersama pemerintah daerah langsung meng­ambil langkah cepat dengan mengirimkan tim penyelamat guna mela­kukan pencarian.

"Kami langsung berkoordinasi de­ngan pemerintah daerah mengi­rim­kan tim penyelamat terdiri dari personel Polres Malra 11 orang, un­sur masyarakat 19 orang, Sya­bandar 5 orang, personel Lanal Tual 3 orang dan Pemkot Tual 6 orang. Tim penyelamat melakukan pencarian menggunakan KM 334 milik PT Pelni," papar Kapolres.

Dikatakan, tim penyelamat akhir­nya menemukan para penumpang yang berupaya menyelamatkan diri di sekitar Perairan Pulau UT. "Se­banyak 28 orang berhasil disela­matkan, terdiri dari 24 penumpang, 3 ABK dan 1 nahkoda," katanya.

Dari jumlah tersebut, dua orang ditemukan tewas, yaitu Samsia Kaba­koran (54) asal Toyando dan Umar Ra­hak­bauw (7) juga asal Pulau Toyando. Menurut Iroth, KM Toyando Mahule memuat sebanyak 31 orang. Hingga berita ini diturunkan, 1 orang atas nama Badaria Kabakoran (23) asal Toyando sampai sekarang belum ditemukan.

"Jadi kita masih berupaya mencari satu orang yang hilang itu. Semen­tara untuk korban yang selamat dari peristiwa nahas tersebut, ada juga yang kritis dan saat ini sementara dirawat di RSUD Kota Tual. Sebagian lagi dirawat di Poliklinik Lanal Tual," jelasnya.

Dikatakan, saat ini pihaknya kesulitan mencari korban hilang, akibat tingginya gelombang dan angin kencang. "Sementara kita hentikan," ujar Kapolres.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon mengeluarkan peri­ngatan dini yang berlaku sejak Sabtu (12/1/2013) 21.00 WIT hingga Selasa (15/1/2013) pukul 09.00 WIT.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Pattimura Ambon, Fransina Pattinama, melalui rilis yang diterima detikcom, menjelaskan tinggi gelombang 2-3 meter berpeluang terjadi di Perairan Ambon, Laut Seram, Laut Buru, Selat Manipa dan Perairan Geser. Sedang­kan tinggi gelombang laut 3-5 meter berpeluang terjadi di Laut Banda, Per­airan Kei, Laut Aru, Perairan Tanimbar, Laut Arafura, Perairan Kepulauan Ba­bar, Perairan Maluku Tenggara Barat serta Perairan Maluku Barat Daya.

BMKG meminta masyarakat dan nelayan untuk mewas­­padai angin kencang yang bertiup dari barat ke utara dengan kecepatan 15 - 46 km/jam berpotensi terjadi di Pulau Ambon, Pulau Banda, Pulau Seram Bagian Timur, Kepulauan Maluku Barat Daya, Kepulauan Maluku Teng­gara Barat.

(han/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini