Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Iroth Recky Laurens yang dihubungi detikcom, Senin (134/1/2013), menyatakan sebanyak 28 penumpang dan ABK berhasil diselamatkan, dua tewas, dan seorang hilang dalam kejadian itu. Kapal yang dinahkodai Asabi Rahakbauw itu bertolak dari Pelabuhan Ferry Kota Tual menuju Desa Toyando, Minggu (13/1/2013). Sekitar pukul 13.25 WIT, saat tiba di Perairan Pulau Ut, baling-baling kapal tersangkut tali rumput laut.
"Kapal sempat berlabuh untuk melepaskan tali rumput laut tersebut," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolres mengaku, pihaknya bersama pemerintah daerah langsung mengambil langkah cepat dengan mengirimkan tim penyelamat guna melakukan pencarian.
"Kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah mengirimkan tim penyelamat terdiri dari personel Polres Malra 11 orang, unsur masyarakat 19 orang, Syabandar 5 orang, personel Lanal Tual 3 orang dan Pemkot Tual 6 orang. Tim penyelamat melakukan pencarian menggunakan KM 334 milik PT Pelni," papar Kapolres.
Dikatakan, tim penyelamat akhirnya menemukan para penumpang yang berupaya menyelamatkan diri di sekitar Perairan Pulau UT. "Sebanyak 28 orang berhasil diselamatkan, terdiri dari 24 penumpang, 3 ABK dan 1 nahkoda," katanya.
Dari jumlah tersebut, dua orang ditemukan tewas, yaitu Samsia Kabakoran (54) asal Toyando dan Umar Rahakbauw (7) juga asal Pulau Toyando. Menurut Iroth, KM Toyando Mahule memuat sebanyak 31 orang. Hingga berita ini diturunkan, 1 orang atas nama Badaria Kabakoran (23) asal Toyando sampai sekarang belum ditemukan.
"Jadi kita masih berupaya mencari satu orang yang hilang itu. Sementara untuk korban yang selamat dari peristiwa nahas tersebut, ada juga yang kritis dan saat ini sementara dirawat di RSUD Kota Tual. Sebagian lagi dirawat di Poliklinik Lanal Tual," jelasnya.
Dikatakan, saat ini pihaknya kesulitan mencari korban hilang, akibat tingginya gelombang dan angin kencang. "Sementara kita hentikan," ujar Kapolres.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon mengeluarkan peringatan dini yang berlaku sejak Sabtu (12/1/2013) 21.00 WIT hingga Selasa (15/1/2013) pukul 09.00 WIT.
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Pattimura Ambon, Fransina Pattinama, melalui rilis yang diterima detikcom, menjelaskan tinggi gelombang 2-3 meter berpeluang terjadi di Perairan Ambon, Laut Seram, Laut Buru, Selat Manipa dan Perairan Geser. Sedangkan tinggi gelombang laut 3-5 meter berpeluang terjadi di Laut Banda, Perairan Kei, Laut Aru, Perairan Tanimbar, Laut Arafura, Perairan Kepulauan Babar, Perairan Maluku Tenggara Barat serta Perairan Maluku Barat Daya.
BMKG meminta masyarakat dan nelayan untuk mewaspadai angin kencang yang bertiup dari barat ke utara dengan kecepatan 15 - 46 km/jam berpotensi terjadi di Pulau Ambon, Pulau Banda, Pulau Seram Bagian Timur, Kepulauan Maluku Barat Daya, Kepulauan Maluku Tenggara Barat.
(han/trw)










































