"Bahasa daerah tetap diajarkan karena kita sudah sepakat bahwa objek pembelajaran dalam kurikulum baru nanti ada fenomena siosial, alam, dan seni budaya. Bahasa daerah itu termasuk bagian seni budaya. Itu sudah dialokasikan," ujar Nuh menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri acara Ika UII di Gedung Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (13/1/2013).
Pekan lalu, sejumlah guru menggelar demonstrasi menolak rancangan kurikulum 2013 karena tak memuat bahasa daerah. Bahkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyurati Mendikbud terkait hal ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia yakin pemerintah pusat akan mempertimbangkan usulan tersebut. Sementara bagi Pemprov Jabar, langkah itu dilakukan sebagai bukti nyata bahwa pihaknya ingin melestarikan bahasa dan budaya daerah.
(nrl/nrl)











































