"Ada upaya dari segelintir oknum di Partai Nasdem yang bermaksud memecahbelah Garda Pemuda Nasdem sehingga diperlukan soliditas Garda Pemuda (GP) Nasdem untuk menjaga dan mengawal Partai Nasdem agar tetap berada pada garis ideologi dan cita-cita restorasi," kata Ivanhoe Semen Ketua Bidang I DPP GP NasDem, dalam pernyataanya, Sabtu (12/1/2013).
Ivanhoe mengatakan pihaknya mendukung Surya Paloh untuk memimpin Nasdem di waktu mendatang. Menurutnya, Surya Paloh bisa menjaga kesatupaduan gerak dan langkah serta keteguhan ideologi dari partai. "Demi menjaga kesatupaduan gerak dan langkah serta keteguhan ideologi dari partai dan sayap-sayap partai, maka Bapak Surya Paloh agar memimpin langsung Partai Nasdem dalam mengawal cita-cita restorasi dan memenangkan Partai Nasdem dalam Pemilu 2014," ucap Ivanhoe.
"Mengenai pemberhentian Saiful Haq dari posisi Sekjen GP Nasdem sudah melalui prosedur yang benar, dan keputusan itu disetujui oleh seluruh peserta rapat pleno DPP GP Nasdem pada tanggal 7 Januari 2013. Begitupun dengan pembekuan GP Nasdem DPW DKI Jakarta," sambungnya.
Ivanhoe menyatakan, Garda Pemuda Nasdem DPW Jakarta dibekukan karena telah melakukan tindakan inkonstitusional dan insubordinasi dengan menghubungi pengurus-pengurus wilayah GP NasDem se-Indonesia melalui undangan resmi menggunakan kop surat Garda Pemuda Nasdem DKI Jakarta. Hal itu dilakukan untuk menghadiri pertemuan di Jakarta tanpa sepengetahuan dan se-izin Ketua Umum dan DPP GP Nasdem.
"Saat ini DPP GP Nasdem sedang mengambil langkah-langkah untuk mengambilalih kembali website resmi organisasi yang digunakan sebagai media untuk melakukaDemi menjaga kesatupaduan gerak dan langkah serta keteguhan ideologi dari partai dan sayap-sayap partai, maka Bapak Surya Paloh agar memimpin langsung Partai Nasdem dalam mengawal cita-cita restorasi dan memenangkan Partai Nasdem dalam Pemilu 2014.n agitasi oleh pihak mereka," terang Ivanhoe.
Gejolak internal NasDem mengemuka setelah pengurus Garda Pemuda NasDem yang terdiri dari Saiful Haq, Rizky Aprilia, Jaffray Bittikaka, Endika Wijaya, M. Syukron, Rusdianto, yang telah dipecat dari kepengurusan membuat surat terbuka berjudul 'Surat Terbuka untuk Seluruh Kader Garda Pemuda Nasional Demokrat'. Surat tersebut diposting di website resmi gardapemudanasdem.org pada Kamis (10/1/2013) kemarin.
(/gah)











































