TNP Ditutup, SBY Tetap Jawara

3 Petugas Meninggal

TNP Ditutup, SBY Tetap Jawara

- detikNews
Sabtu, 25 Sep 2004 20:43 WIB
Jakarta - Tabulasi Nasional Pemilu (TNP) Pilpres putaran dua resmi ditutup KPU. Posisi perolehan suara Teknologi Informasi (TI) itu tetap menempatkan SBY-JK sebagai jawara. Tiga petugas meninggal dalam tugas.Penutupan resmi TNP dilakukan Sekjen KPU HSA Yusacc pukul 19.35 WIB di Hotel Borobudur jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Sabtu (25/9/2004). Turut hadir Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani.Berdasarkan perolehan data per pukul 18.01.49 WIB, SBY-JK memperoleh 66.731.944 suara atau 60,9059 persen. Sedangkan Mega-Hasyim mendapat 42.833.652 suara atau 39,0941 persen.Ketua Pokja TI KPU Chusnul Mar'iyah kepada wartawan menuturkan, perolehan suara sah sebanyak 109.597.903 orang, tidak sah 2.403.195 orang. Sedangkan total jumlah pemilih 153.317.615 orang."Sampai saat ini sudah 95,5 persen TPS memasukkan datanya. Selain itu dalam 12 jam pertama sudah ada data dari 240 ribu TPS. Ini angka yang luar biasa. Artinya, per menit sudah 500 TPS masuk. Ini memberikan kepastian yang jelas terhadap pemungutan suara dan suara yang sudah mereka coblos selamat sampai dengan pengumuman 5 Oktober 2004," katanya.Dipaparkan dia, jumlah total TPS pada Pilpres putaran dua 567.717, PPS 70.669, Kecamatan 5.108, kecamatan berkomputer 4.167, perangkat komputer 7.686, operator entry data 15.000 orang, jumlah petugas KPPS, PPS, dan PPK 5,5 juta orang, dibantu oleh 12.400 petugas entry data yang berasal dari mahasiswa dan sekolah menengah kejuruan (SMK)."Sebanyak 3 petugas meninggal dalam pelaksanaan Pilpres putaran dua. Mereka adalah petugas PPK Ahmad Khusaini dari Bondowoso Jatim, Yudi dari Kaltim, dan operator entry data Loby Rizali Tanjung dari Sumut," ujar Chusnul.Sebelum acara penutupan, diadakan video conference dari Hotel Borobudur yang berkomunikasi langsung dengan 7 divisi regional (Divre) seluruh Indonesia.Antara lain Divre I Medan, Divre II Jakarta, Divre III Bandung, Divre IV Semarang, Divre V Jatim, Divre VI Kaltim, dan Divre VII Makassar.Sebuah usulan menarik datang dari Divre I Medan, yakni agar sistem TI bisa digunakan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads