"Enggak ada tahanan yang dievakuasi, mereka tenang tidur. Enggak ada kepanikan sama sekali, tidak ada hiruk pikuk," kata Thurman saat ditemui wartawan di Lapas Narkotika, Sabtu (12/1/2013).
Kebakaran tersebut, jelas Thurman, otomatis akan membuat kegiatan ibadah para napi yang beragama Nasrani terganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gereja tersebut memiliki luas 8x15 meter. Gereja berada sekitar 20 meter dari blok dimana para tahanan tinggal. Lapa Narkotika sendiri saat ini menampung sebanyak 2.743 warga binaan.
Menurutnya, gereja yang terbakar tersebut berdiri sejak tahun 2003. Sejak berdiri, pihaknya belum pernah menginstalasi ulang jaringan listrik yang ada di tempat ibadah tersebut.
"Sejak tahun 2003 belum pernah diinstalasi ulang," paparnya.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas piket bernama Bisri. Petugas tersebut langsung mengontak Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur untuk membantu menjinakan si jago merah. Api dapat dipadamkan satu jam kemudian setelah sembilan mobil dinas pemadam kebakaran diterjunkan di lokasi kejadian.
(ahy/ahy)











































