Praktek 'Wani Piro' di Rusun Marunda

Praktek 'Wani Piro' di Rusun Marunda

- detikNews
Jumat, 11 Jan 2013 19:36 WIB
Praktek Wani Piro di Rusun Marunda
Rusun Marunda.
Jakarta - Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, dibangun untuk disewa warga Jakarta Utara dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah. Untuk menyewa unitnya sana, harus antre cukup lama Namun bagi yang nggak sabaran, ada oknum yang siap memfasilitasi mereka.

Informasi yang dihimpun detikcom di Rusun Marunda, Jumat (11/1/2012), pengelola sudah melaksanakan pendaftaran calon penghuni Cluster B pada minggu kedua bulan Desember 2012. Namun sejumlah warga yang mengantre menemukan adanya 'barisan' aneh pada saat itu.

"Yang dipojok waktu itu anehnya setiap berdiri disamperin sama satpam sambil bawa berkas. Bukan di barisan antrian. Kalau ditanya kenapa antri di situ, katanya kemarin sudah (daftar)," ujar salah satu calon penghuni yang turut mendaftar saat itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lain lagi dengan salah satu penghuni Rusun Marunda yang hendak membantu anaknya mendapatkan satu unit dari Cluster B. Ia menemukan adanya oknum calo yang rupanya juga tinggal di rusun yang dipriritaskan bagi warga Jakarta Utara itu. Termasuk aksi kongkalikong untuk memperoleh nomor antrian.

"Pas pendaftaran banyak yang main amplop dikasih ke petugas yang ngasih nomor antrean," ujar penghuni yang mengaku telah tinggal selama 4 tahun tersebut.

Keterangan mengejutkan lainnya datang dari penghuni yang telah tinggal di rusun Marunda sejak 2007. Saat itu, ia membayar uang panjar sebesar Rp 2 juta untuk mendapatkan satu unit rusun, namun ia tidak menerima kwitansi.

"Kita dulu masuk sini nggak pakai kwitansi, Rp 2 juta. Saya daftar 2006, masuk 2007, sempat mengontrak di rusun sini (Marunda), Rp 500 ribu per bulan. Kita mengontrak supaya pasti dapat," ucap penghuni wanita tersebut.

Seperti yang diketahui, Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, ini dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta bersama pemerintah pusat dan diresmikan pada tahun 2007. Rusun ini semula diperuntukan bagi korban gusuran di Jakarta.

Namun kini rusun yang memiliki luas komplek 26 hektar ini sudah dibuka untuk umum dengan persyaratan tertentu seperti batas maksimal pendapatan calon penghuni. Rusun yang memiliki 2600 unit rumah bertipe 36 ini memiliki tiga Cluster, yakni A, B, dan C, yang baru terisi hanyalah Cluster A dan akan diikuti Cluster B.

(vid/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads