"Beri kesempatan kepadanya untuk bekerja. Jangan belum juga mulai bekerja sudah kita hantam dari kanan kiri, muka belakang. Kasihan," kata Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto dalam pesan singkat, Jumat (11/1/2012).
"Kita lihat saja nanti setelah beberapa bulan, baru kita kritisi. Itu lebih fair," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu pilihan maksimal yang bisa dilakukan, kita hormati pilihan Presiden sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya yang diberikan oleh konstitusi," ucapnya.
Sementara terkait kasus Hambalang yang saat ini masih menyandera Kemenpora, menurutnya biarkan hal itu diselesaikan oleh KPK.
"Kasus Hambalang sudah dalam proses hukum, bahkan sudah ada tersangkanya. Tidak ada seorangpun yang boleh menghentikan pengusutan kasus Hambalang, kecuali penegak hukum sendiri, dalam hal ini yaitu KPK," kata Hajriyanto.
(/lh)










































