DPP Golkar: 100% Anggota FPG Ingin Jadi Caleg 2014

DPP Golkar: 100% Anggota FPG Ingin Jadi Caleg 2014

M Iqbal - detikNews
Jumat, 11 Jan 2013 15:45 WIB
DPP Golkar: 100% Anggota FPG Ingin Jadi Caleg 2014
Jakarta - Anda berencana mengirim lamaran ke Partai Golkar untuk menjadi bakal caleg Pemilu 2014? Sebaiknya bersiaplah untuk menghadapi persaingan keras dari para senior yang kini duduk di legislatif.

Harap diketahui, seluruh anggota Fraksi Partai Golkar sudah menyatakan kesediaanya melanjutkan tugas sebagai legislator untuk periode 2014-2019. Ini tercermin dari pernyataan Ketua DPP Partai Golkar, Hajriyanto Y Tohari, tentang rekrutmen bakal caleg.

"Dari daftar pernyataan yang dikirimkan ke Fraksi Partai Golkar, 100 persen kesediaanya untuk dicalonkan kembali," kata ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y Tohari di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (11/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka tidak ada masalah lagi bagi Partai Golkar untuk merekrut bakal caleg yang akan diajukan daftar namanya ke KPU pada April mendatang. Namun demikian muncul masalah lain yang tidak kalah krusialnya di mata para bakal caleg, yaitu nomor urut mereka dalam daftar di masing-masing daerah pemilihan.

"Meski sistem kira suara suara terbanyak, tetapi berdasarkan pemilu 2009 mereka di yang nomor urut 1 yang meraih suara terbanyak. Sekarang sedang ada pikiran yang berimbang apakah FPG akan ada di posisi nomor 1 semua atau tidak, sekarang ada penyusunan itu sendiri," jelasnya.

Sekarang DPP sekarang sedang menginventarisir nama bakal caleg kemudian mempertimbangkan penyusunan nomor urut bagi mereka. Apakah anggota DPR yang sudah terpilih dalam Pemilu 2009 tetap di posisikan nomor urut atas, sebab para kader muda berkeberatan berada di nomor bawah.

"Karena mereka (yang dapat keuntungan politik) mendapat jatah reses 4 kali setahun ditambah dengan melaksanakan sosialisasi 4 pilar setahun ada 6 kali. Minimal saja setahun bisa turun ke dapil 10 kali dan itu dibiayai keuangan negara," ucapnya.

"Jadi bisa dibayangkan anggota DPR itu bisa menerapkan pengaruh di daerah masing-masing untuk kader yang sudah diuntungkan seperti itu masih layak nggak kalau di nomor urut 1? Ini para kader muda memandang seperti itu. Dan saya berharap DPP mengakomodasi usulan kader muda itu," lanjutnya.

Sementara dalam proses pencalegan di Pileg 2014, menurut Hajriyanto tidak ada proses yang berbeda dengan pileg 2009. DPP Partai Golkat tetap menggunakan mekanisme yang lama.

"Tegas sekali kalau Golkar menggunakan PDLT atau Pengabdian Dedikasi Loyalitas dan Tak tercela. Nah pelanggaran hukum masuk katrgoti tak tercela itu, jadi sangat sulit kader yang tersangkut kasus korupsi apalagi yang sudah menjalani penahanan masuk kategori PDLT," terangnya.

"Nah PDLT itu ketentuan lama, tapi itu sama saja, karena ketentuan baku. Kriteria itu sudah sangat bagus," kata wakil ketua MPR itu.

Tetapi menurutnya, kriteria itu justru menjadi pembicaraan belakangan ini menyusul peluang bagi kader non-parlemen yang akan mencalonkan diri melalui Golkar.

"PDLT itu cukup universal, tapi PDLTnya bagaimana kalau baru bergabung. Dedikasi, pengorbanannya bagaimana, begitu juga loyalitas belum duji. Itu bagian yang dibicarakan," ucapnya.

(bal/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads