"Terakhir dari 19 saksi diperiksa, kemarin kita mulai memperkecil 5 saksi yang kita curigai kemudian diperkecil jadi 3 dan hari ini saksi yang diperiksa telah berkurang menjadi 2 orang saksi yang kita curigai," ujar Kasat Reskrim, Akbp M. Soleh, saat dikonfirmasi, Jumat (11/1/2013).
Menurutnya keterlibatan dua orang saksi yang dicurigainya, akan diperiksa dengan sejumlah petunjuk-petunjuk yang mulai bermunculan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soleh menjelaskan pada dua orang saksi tersebut mulai dilakukan pemeriksaan secara mendalam. "Mereka masih saksi, tapi kita bisa katakan inisialnya siapa, salah satunya merupakan kakak korban tapi pemeriksaan masih sebatas saksi," ujarnya.
Soleh mengaku sampai saat ini hasil otopsi masih belum diterima oleh pihak kepolisian Jakarta Timur. "Kapolres bilang pihak RSCM janji memberikan visum dan otopsi akan sebelum Senin depan," paparnya.
Bocah SD itu meninggal pada Minggu (6/1). Dia meninggal setelah 1 Minggu menjalani perawatan di RS Persahabatan. Bocah itu sudah koma selama 1 Minggu. Saat tim dokter RS Persahabatan melakukan pemeriksaaan, ditemukan dugaan kekerasan seksual pada kemaluan korban.
(edo/ndr)











































