"Ada dua senjata api disita, berikut amunisi dan magazen yang ditanam di kebun," kata Karopenmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (10/1/2013).
Penggeledahan dilakukan di rumah Syarifudin di Desa Kalosi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Rumah tersebut dijaga Fahri. Keduanya kini mendekam di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Senjata api bermerek Bareta dan Remington berbentuk senapan laras panjang itu dipakai dalam kegiatan latihan militer anggota kelompok teroris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Boy menambahkan, puluhan kilogram bom yang ditemukan di Dompu NTB diduga kuat digunakan untuk aksi bom bunuh diri. "Dari hasil pemeriksaan tim kita, di NTB masuk kategori yang bisa digunakan bom bunuh diri," ungkap Boy.
Seperti diketahui, Jumat (4/1) pekan lalu, Densus 88/Anti teror menembak mati dua teroris gaek yang selama ini menjadi target buruan. Mereka adalah Abu Uswah dan Hasan alias Khalil yang teridentifikasi terlibat serangkaian aksi teror di Poso, Sulteng, dan penembakan yang menewaskan empat personel Brimob Polda Sulteng.
Keduanya ditembak di muka Masjid Nur Alfiah, RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Barang bukti yang ditemukan adalah granat aktif dan senjata api. Di hari yang sama, di Terminal Daya, Makassar, Densus juga menangkap Thamrin dan Arbain yang sempat meloloskan diri saat penggerebekan di depan Masjid Nurul Alfiat.
Di Dompu, NTB, Jumat (4/1), Densus menembak mati dua teroris bernama Roy dan Bachtiar. Keduanya melawan petugas saat akan ditangkap. Pengejaran terus berlanjut, keesokan harinya, tiga orang teroris ditembak mati di Kebon Kacang, Kelurahan Kandai, Dompu, NTB. Dari tiga orang yang tewas ini, satu sudah teridentifikasi atas nama Andi.
Rabu (9/1) kemarin, Densus 88/Antiteror melakukan penggeledahan bertahap di lokasi pengungkapan teroris di Dompu. penggeledahan pertama dilakukan di rumah Fadli pada pukul 10.00 Wita di Desa Kalosi. Polisi menemukan rangkaian-rangkaian elektronik, sisa-sisa bahan peledak urea nitrat, alat-alat untuk membuat bom dan 1 buah pipa casing bom.
Penggeledahan kedua dilakukan di tempat penggilingan kopi sekitar pukul 11.00 wita. Tempat ini merupakan tempat Fahri menyimpan bom. Hasil penggeledahan yakni 4 buah bom pipa aktif.
Penggeledahan ketiga di rumah Syarifudin di Desa Kalosi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang disita paku, peta wilayah Kecamatan Alla dan buku-buku jihad. Berdasarkan dari pengembangan kasus tersebut, diamankan Fahri. Fahri dititipi bom oleh Syarifudin dan disimpan di kebunnya di Desa Bolang, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Di tempat itu juga telah disita 16 bom pipa dan 16 buah detonator.
Penggeledahan keempat, pukul 14.00 wita dilakukan di kebun milik Syarifudin di Desa Bolang, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Di tempat tersebut disita 2 buah bom pipa seberat masing-masing 7 kg, 1 buah bom pipa seberat 2 kg, 1 karung seberat 25 kg AMFO, 1 kantong AMFO yang sudah dicampur dengan solar dan 50 kg pupuk urea.
(ahy/lh)











































