Angin kencang ini menyebabkan sedikitnya 22 pohon dan baliho tumbang di Jakarta. Pohon dan baliho tumbang ini membuat lalu lintas macet.
Berikut ini adalah data detikcom dan TMC Polda Metro Jaya mengenai lokasi pohon dan baliho tumbang akibat angin kencang di Jakarta:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Pohon tumbang persis di seberang Sate Batibul, menutupi sebagian jalan arah Kemayoran.
- Pohon tumbang menutup 2 lajur. Lokasinya sekitar 300 meter sebelum pintu keluar Angke.
- Pohon tumbang di Jl Panjang-Kebon Jeruk akibatnya di jalur TransJ tak bisa dilewati
- Sebuah mobil tertimpa pohon di dekat Hotel Danau Sunter
- Pohon tumbang di Tanah Abang II
- Pohon tumbang di jalur TransJ yang ada di dekat Terminal Grogol
- Pohon tumbang di depan RS Bunda, Jl Prapanca, Kebayoran Baru
- Mobil dan becak tertimpa pohon tumbang di depan GOR Tangerang
- Pohon tumbang di depan Pospol Utan Kayu arah Pramuka
- Pohon tumbang di Jl Pahlawan Revolusi, Jakarta Timur, dekat Apotek Kimia Farma
- Pohon tumbang di lampu merah CSW Jl Sisingamangaraja arah ke Jl Sudirman
- pohon tumbang di dekat sekolah Yadika, Joglo
- Pohon tumbang di Jl Kramat Raya
- Sebuah mobil dan motor tertimpa pohon tumbang di Jl Percetakan Negara
- Pohon besar tumbang di Jl Sumur Batu Raya Kemayoran, Jakarta Pusat
- Pohon tumbang di Jl Alternatif Tansyogi Cibubur
- Pohon tumbang di Jl HR Rasuna Said, Kuningan sempat menutup jalur bus TransJ
- Pohon asem tumbang menimpa atap rumah di Cipete
- Baliho di dekat underpass Senen lepas
- Baliho di Sunter roboh
- Tiang penerangan jalan umum (PJU) di KM 25 layang atas tol Pluit arah Bandara miring
Β
Sebelumnya, Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan angin kencang di Jakarta disebabkan adanya badai tropis di selatan Bali. Kecepatan angin di Jakarta mencapai lebih dari 35 km/jam, padahal kecepatan normal hanya 5-10 km/jam.
"Lokasi badainya sekitar 1.500 km selatan Bali dan ini menyebabkan adanya angin kencang di wilayah Indonesia termasuk Jakarta," katanya.
Hary menjelaskan badai itu memiliki sejumlah dampak tak langsung. Pertama, angin bertiup kencang di wilayah Indonesia. Tiupan angin dibagi menjadi beberapa level seperti level sepoi, ringan, sedang, kencang, sangat kecang, dan badai. Untuk angin ringan berkecepatan 5-15 km/jam, sedangkan untuk angin sedang berkecepatan 20-30 km/jam. "Sedangkan yang kita rasakan ini kecepatannya lebih dari 35 km/jam," katanya. Dampak kedua, membuat intensitas hujan berkurang karena awan dibawa terbang angin.
(nal/nrl)











































