Mega Bicara Hukuman Mati Bagi Produsen & Pengedar Narkoba

Mega Bicara Hukuman Mati Bagi Produsen & Pengedar Narkoba

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 10 Jan 2013 13:14 WIB
Mega Bicara Hukuman Mati Bagi Produsen & Pengedar Narkoba
Foto: Danu Damarjati
Jakarta - Perayaan HUT ke-40 PDIP di Waduk Jatiluhur juga sebagai pengukuhan kerjasama PDIP dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Megawati menegaskan sikapnya terkait hukuman mati bagi produsen dan pengedar narkoba.

"Nota Kesepahaman dengan BNN juga menjadi krusial, bukan karena BNN ini dibentuk ketika kepemimpinan saya. Sebagai partai kita memang sudah melakukan test urine bagi para kader yang berada di jabatan-jabatan publik dan struktur partai. Secara politik, kita tidak menolelir setiap anggota/kader pengguna narkoba dan psikotropika. Kita bahkan telah memecat kader yang terbukti mengkonsumsi barang haram tersebut," kata Mega menegaskan sikap partainya soal narkoba.

Hal ini disampaikan Mega dalam pidato politiknya di tenda perayaan HUT ke-40 PDIP di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Kamis (10/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mega menegaskan partainya mengambil sikap tegas terhadap anggotanya yang memakai narkoba. Mega mengaku prihatin karena adanya sikap terbelah di masyarakat menyangkut hukuman mati bagi para produsen dan pengedar narkoba dan psikotropika.

"Di satu sisi ada arus kuat atas nama hak asasi manusia yang menolak hukuman mati. Di sisi lain, ada kubu yang melihat hukuman mati sebagai ganjaran yang sepadan. Kita tentunya bertanya, apakah hak asasi individual, lebih-lebih bagi para produsen dan bandar narkoba pantas ditegakkan di atas pengorbanan hak yang lebih besar dari negara dan bangsa untuk menyelamatnya rakyatnya?" kata Mega.

"Pertanyaan ini penting karena asas kemanusiaan mengharuskan kita untuk menempatkan nyawa manusia sebagai sesuatu yang agung. Tetapi pada saat bersamaan, moralitas bagi seorang pemimpin mengharuskannya untuk tidak buta ketika menyaksikan begitu banyak korban yang harus meregang nyawa secara mengenaskan. Seorang pemimpin tidak boleh buta melihat anak-anak negeri yang menjadi korban HIV/AIDS yang menyebabkan mereka mati secara perlahan-lahan. Betapa besar sebenarnya suara diam dari para korban narkoba tersebut," tegas Mega.

Atas dasar tanggung jawab kemanusiaan tersebut, Mega melanjutkan, sudah sewajarnya jika negara berkewajiban untuk mencegah agar tidak ada warganya yang mati sia-sia dengan alasan apapun, apalagi untuk memenuhi hasrat kesenangan dan keuntungan material bagi segelintir orang yang menjadi produsen dan pengedar barang terlarang ini.

"Karenanya, PDI Perjuangan menyatakan secara tegas: perang terhadap narkoba dan psikotropika!" tandas Mega yang berbaju merah ini.



(van/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads