"Terlihat air sudah mulai surut, kita balik kanan saja untuk antisipasi banjir susulan," kata Komandan SAR Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Sulistyo, saat ditemui di jembatan Ciiliwung, Jl Jatinegara Barat, Kamis (10/1/2013).
Bambang tidak merinci tinggi air yang surut. Dia menunjuk tapak air di tembok-tembok rumah warga yang tergenang banjir, yang artinya air sudah mulai surut ketinggiannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dibanding dengan tanggal 24 Desember kemarin, di sini masih bisa diatasi," terang Bambang.
Ini terlihat dari tidak adanya warga yang ingin dievakuasi ketika tim SAR memberikan tawaran evakuasi perahu karet kepada warga.
"Kalau 24 Desember itu, warga yang denger suara mesin perahu sudah teriak-teriak minta evakuasi, tapi yang sekarang ditawari pun mereka tidak mau dan milih bertahan," kata Bambang.
Sementara itu, di lokasi pengungsian di Kantor Suku Dinas Kesehatan Jaktim, Jl Jatinegara Barat, terlihat ratusan pengungsi berdiam di area parkir lantai dasar gedung bertingkat empat. Mayoritas diantara pengungsi adalah wanita dan anak-anak.
Sebuah toilet mobile disiagakan di halaman parkir yang diperuntukan untuk para pengungsi. Menurut salah satu dokter dari Sudin Kesehatan Jaktim, sebanyak 42 pengungsi mengeluhkan sakit sejak semalan.
"Rata-rata mereka mengeluhkan gatal dan ispa. Mungkin akibat cuaca saat ini," kata dokter Apriyani kepada detikcom.
(ahy/lh)











































