1. Jangan Ganggu dengan Survei Capres
|
|
Β
"Wah saya mau kerjalah, jangan diganggu dengan hal seperti itu. Pokoknya saya mau kerja. Pokoknya saya mau kerja untuk Jakarta," kata Jokowi di gedung Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (20/11/2012).
Jokowi mengaku tak memikirkan Pilpres 2014. Dirinya fokus ingin membangun Jakarta baru yang dijanjikan dalam kampanyenya.
"Pokoknya saya mau bekerja jangan diganggu dengan capres," tegasnya.
Indonesia Network Election Survei (INES) melakukan survei terkait tokoh Jawa dan non Jawa yang dipandang layak maju Pilpres 2014, hasilnya diumumkan Senin (19/11/2012). Sejumlah nama baru muncul di bursa bakal capres, termasuk Jokowi.
Berikut 10 besar pilihan responden saat ditanya siapa tokoh Jawa yang dipilih jika pilpres diadakan saat ini:
1. Prabowo Subianto: 33,4 persen
2. Megawati Soekarnoputri: 22,2 persen
3. Djoko Suyanto: 9,3 persen
4. Pramono Edhie Wibowo: 8,8 persen
5. Ani Yudhoyono: 7,1 persen
6. Sri Sultan HB X: 2,3 persen
7. Dahlan Iskan: 1,8 persen
8. Joko Widodo: 1,3 persen
9. Mahfud MD: 1,1 persen
10. Sri Mulyani: 1 persen
Survei ini dilakukan untuk membaca pilihan rakyat terhadap tokoh nasional yang dipandang layak menjadi capres, baik dari kalangan Jawa maupun non Jawa. Survei dilakukan dari tanggal 5 Oktober-21 Oktober 2012. Survei ini menggunakan 6.000 orang responden yang sudah punya hak pilih pada Pemilu 2014 dengan metode tatap muka. Dengan margin error sekitar 2,5 persen, jumlah sampel yang dapat dianalisa dalam survei ini adalah 5.993 sampel.
2. Ngurus Banjir & Macet Saja Pusing
|
|
"Tahun politik? Ya yang berpolitiklah kita. Hehe.." kata Jokowi usai mengikuti acara perayaan ulang tahun Taufiq Kiemas di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (31/12/2012).
"Didorong sama masyarakat jadi capres mau, Pak?" tanya wartawan.
"Dorong apa? Ngurus banjir sama macet saja pusing. Hehe..," jawab Jokowi.
3. Ada-ada Saja
|
|
"Ada-ada saja, aneh-aneh saja. Pokoknya Jokowi komit untuk memperbaiki Jakarta. Sudah jelas itu. Masa harus dijelas-jelaskan lagi," ujar Jokowi saat berkunjung ke RT 011-012/RW 02 Kelurahan Pangadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (26/8/2012).
Jokowi enggan berkomentar lebih jauh mengenai wacana tersebut. "Pemilihan gubernur saja masih tanggal 20 September, sudah mikir yang aneh-aneh saja," tuturnya.
Wacana pencapresan Jokowi muncul seiring dengan meningkatnya popularitas dirinya saat bertarung menuju kursi DKI 1. Kemenangan Jokowi yang signifikan pada putaran pertama Pilgub DKI membuat berbagai pihak berspekulasi untuk memajukan walikota Solo itu pada Pemilu 2014.
Halaman 2 dari 4











































