"Kerjasama ini tujuannya ingin perkenalkan Indonesia ke seluruh dunia. Dan kerjasama ini akan bersinergi dalam pelaksanaan pelayanan. Yang paling penting Indonesia bisa menjadi penerbangan kelas dunia," kata Dirut Dokumentasi Perjalanan, Visa, dan Faskin Ditjen Imigrasi, Gatot Subroto dalam jumpa pers di Ballroom Hotel Mandarin, Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2013).
Menurut Gatot, "Immigration On Board" merupakan layanan pengurusan dokumen keimigrasian berupa visa on arrival diatas pesawat Garuda Indonesia yang dilaksanakan oleh pejabat imigrasi yang dipersiapakan disetiap penerbangan pada rute-rute Internasioanal tertentu. "Ada dua petuga Imigrasi disetiap penerbangan. Sebelumnya para penumpang asing terlebih dahulu membeli voucher pembayaran di counter chekc-in Garuda Indonesia di bandara negara tertentu," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita baru punya rute Tokyo-Jakarta, Seoul-Jakarta, Sidney-Jakarta, Tokyo-Denpasar, Ossaka-Denpasar, dan Sidneyi- Denpasar. Dan kita akan menabah rute lagi yaitu ke China karena meningkatnya turis dari sana," ujar EVP Service, Faik Fahmi.
Faik Juga menerangkan alasan Garuda Indonesia memilih BRI dalam kerja sama untuk meningkatkan pelayanan. "Karena nantinya jika kita menerima mata uang asing kita tidak perlu melakukan penukaran dulu ke mata uang Indonesia. Jadi lebih mudah," ujarnya.
Direktur bisnis kelembagaan BRI, Asmawi Syam, menerangkan memang benar fungsi BRI ialah membantu Garuda dan pihak Imigrasi dalam menangani mata uang asing. "Uang ini nantinya kan masuk PNBP dalam rupiah sehingga selama ini imigrasi harus convernsi dulu ini yang kita ambil sehinggga rekonsiliasi uang itu juga satu di BRI," imbuhnya.
(spt/lh)










































