"Ini menggandeng Haji Kalla Grup," tutur Juru bicara Jakarta Monorail Bovanantoo kepada detikFinance, Rabu (9/1/2013).
Nantinya, Hadji Kalla Grup akan memiliki saham dominan dalam konsorsium baru dengan Jakarta Monorail. Konsorsium baru tersebut menurutnya, akan membantu soal pendanaan dan kontruksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang diketahui, rencana pembangunan tiang-tiang monorel telah terhenti sejak 2004 lalu. Padahal, tiang-tiang tersebut sudah di bangun di kawasan Kuningan hingga Senayan. Hingga saat ini tercatat ada 160 tiang monorel di kawasan tersebut.
Pada 19 September 2011 lalu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo secara resmi menghentikan masa perjanjian terhadap konsesi PT Jakarta Monorel sebagai pengembang dan investor monorel. Dampak penghentian perjanjian itu, pihak PT Jakarta Monorel meminta penggantian biaya investasi Rp 600 miliar.
Foke pada waktu itu menegaskan akan mengganti sesuai rekomendasi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyatakan jika ganti rugi dapat dibayarkan kepada investor monorel maksimal Rp 204 miliar.
Awalnya proyek monorel rencananya akan dibagi menjadi dua jalur, yakni jalur hijau dan jalur biru, dan diperkirakan dapat mengangkut 120 ribu orang per hari. Monorel jalur hijau sepanjang 14,2 kilometer akan beroperasi dari Semanggi ke Kuningan. Sedangkan, jalur biru sepanjang 12,2 kilometer dari Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang hingga ke Roxy.
Pihak Adhi Karya sebelumnya juga menyatakan tak keberatan apabila Jakarta Monorail menggunakan tiang-tiang monorel lama miliknya yang telah lama mangkrak, asalkan Jakarta Monorail mau menebus tiang-tiang tersebut Rp 120 miliar.
"Tiang monorel yang sudah dipasang tinggal dibayar diapreasiasi saja, semua di bawah koordinasi Pemprov sekitar Rp 120 miliar" tambahnya.
(hen/nwk)











































