"Kita sebagai mitra Polri datang memberi support pada Polres Jaktim. Kami ingin kasus ini banyak terungkap. Kita sudah mendapat banyak masukan. Tidak terlalu lama nungkin bagaimana hasil kasus ini akan dapat disampaikan," ujar Edi Hasibuan, di Mapolres Jaktim, Jl Matraman Raya, Jakarta Timur, Rabu (8/1/2013).
Edi mengatakan pihaknya bertanya apa yang menjadi kesulitan polisi dalam menangani kasus ini. Ternyata polisi mengalami kesulitan mengenai data medis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu M Nasser mengatakan sejauh ini pihaknya menilai ada keseriusan dari Polres Jaktim untuk menuntaskan kasus ini. Dia juga menilai polisi sudah berada pada jalur yang baik dalam menangani kasus ini.
"Kami melihat ada keseriusan yang tinggi dari Polres Jaktim, kami lihat semua on the right track, kami sudah periksa semua data-data. Sekarang masih menunggu hasil visum. Kami harap semua hasil visum bisa diperoleh," jelasnya.
Nasser mengakui bahwa kasus tersebut memang tidak mudah untuk diungkap. Sebab, korban sudah meninggal dan tidak diketahui siapa pelakuknya.
"Semenjak pertama kali masuk RS, korban menderita kejang-kejang, ada radang otak. Dan kedua ada kekerasan seksual, di mana alat kelamin tidak normal yang dicurigai sebagai akibat kekerasan. Kekerasan ini yang harus dicari siapa pelakunya," paparnya.
Kompolnas, lanjut Nasser, sangat memberikan perhatian pada kasus perempuan dan anak. Nasser mengaku prihatin dan meminta pelaku untuk dihukum seberat-beratnya.
"Kasus ini sebelumnya tidak pernah dilaporkan sebagai tindak pidana. Ini kan bagus. Responnya cepat. Itu yang saya salut pada Polres," tutupnya.
(ega/nwk)










































