Surya Paloh Hadapi Harry Tanoe Jika Ingin Genggam Partai NasDem

Surya Paloh Hadapi Harry Tanoe Jika Ingin Genggam Partai NasDem

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 09 Jan 2013 13:20 WIB
Surya Paloh Hadapi Harry Tanoe Jika Ingin Genggam Partai NasDem
Harry Tanoe bersama Ketum NasDem
Jakarta - Partai NasDem menjadi satu-satunya partai baru yang lolos verifikasi parpol Pemilu 2014. Potensi Partai NasDem yang cukup menjanjikan dinilai membuat Surya Paloh berniat mengambil alih posisi ketua umum partai.

Partai NasDem memang merencanakan menggelar kongres akhir Januari 2013 ini. Momentum ini diyakini akan digunakan Surya Paloh untuk mengambil alih parpol yang benihnya adalah ormas NasDem yang didirikannya tersebut.

"Saya kira logis dan wajar kalau Surya Paloh mau jadi Ketum Partai NasDem karena memang itu step berikutnya setelah dimulai dari ormas. Potensi NasDem besar. Minimal lolos Parliamentary Threshold (PT) dan jadi partai level tengah. Kalau jadi nomor 1 sulit, pengalaman PD pertama ikut Pemilu jadi partai tengah, baru jadi nomor 1 di 2009," kata pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Rabu (9/1/2013).

Namun upaya Surya Paloh mengambil alih Partai NasDem tidak akan mudah. Ada tokoh sentral lain di NasDem yang tak boleh disepelekan. Adalah Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Harry Tanoesoedibjo yang juga berjuang keras menaikkan popularitas NasDem.

"Bagaimana sikap Hary Tanoe, apakah dia pro atau kontra Surya Paloh jadi Ketum?" kata Qodari.

Surya juga tak bisa begitu saja mengambil alih posisi Ketum Partai NasDem. Lantaran ada aturan internal yang harus dilalui.

"Masalahnya bagaimana pengaturan internal Partai NasDem? Apakah ada klausul Ketum Partai NasDem Patrice mundur? Apakah dia mau mundur?" katanya.

Sebelumnya politikus yang disebut-sebut menjadi capres Partai NasDem, Jenderal Purn Endriartono Sutarto mengungkap terbukanya peluang Surya Paloh mengambil alih posisi Ketua Umum Partai NasDem. Menurut Endriartono, NasDem akan menggelar sedikit perombakan pengurus untuk mempersiapkan pemenangan Pemilu 2014.

(van/nrl)


Berita Terkait