Belasan Rumah Rusak Diterpa Puting Beliung di Semarang

Belasan Rumah Rusak Diterpa Puting Beliung di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 09 Jan 2013 11:22 WIB
Belasan Rumah Rusak Diterpa Puting Beliung di Semarang
Foto: angling adhitya p/detikcom
Semarang - Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di Semarang, menyebabkan atap 13 rumah di Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, berterbangan. Lima rumah bahkan mengalami rusak parah.

Salah satu warga, Slamet (47) mengatakan, sekitar pukul 14.15 WIB, Selasa (8/1/2013) sore, angin puting beliung mulai berhembus diikuti hujan lebat hingga menyebabkan beberapa asbes berterbangan. Atap rumah milik Slamet pun juga terbang diterpa angin.

"Saya waktu itu masih di luar rumah, saya lihat genting rumah saya berhamburan," kata Slamet di depan rumahnya di Kelurahan Sambirejo RT 05 RW 1, Semarang, Rabu (9/1/2013)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anginnya cuma sekitar tiga menit," imbuhnya.

Sementara itu, menurut warga lainnya, Nur Soim (34), angin berhembus dari arah selatan dengan kecepatan tinggi. Asbes, seng, dan bahkan genteng beterbangan hingga ke perkampungan yang berada di seberang jalan.

"Salah satu asbes bahkan menghantam kaca mobil yang diparkir sampai pecah," pungkas Nur.

Lima rumah paling parah berada di sebelah barat lapangan. Salah satunya milik Nunung Retnowatiningsih (38). Atap rumahnya hampir seluruhnya hilang diterpa angin. Ia terpaksa mengungsi ke rumah ibunya.

"Saat kejadian ibu-ibu yang sedang di luar berpelukan, air sawah naik dan atap berterbangan," ujar Nunung dengan mata berkaca-kaca.

Plt Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, dari 13 rumah yang rusak di Kelurahan Gayamsari ada satu rumah yang roboh karena angin. Rumah tersebut milik Gunawan yang saat ini harus mengungsi ke rumah kerabatnya.

"Rata-rata atapnya terangkat. Satu rumah hancur total. Kita tidak bisa melawan bencana alam. Kita berikan stimulan pada warga untuk membeli material," tutur Hendrar saat mengunjungi lokasi.

Ruddy Yuhadi Kasi Kedaruratan BPBD Kota Semarang menambahkan, angin kencang yang terjadi sore kemarin juga merusak atap rumah di kawasan Tandang.

"Di daerah Semarang bagian Selatan, di Tandang ada empat rumah yang atapnya juga diterbangkan angin," kata Ruddy.

Saat ini, warga kelurahan Sambirejo bergotong royong membetulkan atap mereka yang rusak. Sementara warga yang rumahnya hancur mengungsi ke rumah kerabat.

(alg/trw)



Berita Terkait