"Saya tidak pernah tahu proyek PLTS apa. Saya sendiri tidak ikut dalam pembicaraan apalagi terlibat dalam proyeknya," kata Benny dalam siaran pers, Rabu (9/1/2013).
Benny mengaku tak pernah terlibat dalam perencanaan proyek tersebut. Mantan Ketua Komisi III DPR ini mengakui pernah bertemu dengan pejabat pembuat komitmen proyek PLTS Timas Ginting namun dia membantah adanya pembicaraan jatah proyek PLTS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nazaruddin rupanya 'gemar' membuka dugaan keterlibatan mantan koleganya di Partai Demokrat dalam perkara korupsi. Nama Anas Urbaningrum, Saan Mustopa dan Benny K Harman disebut-sebut Nazar terlibat dalam perkara korupsi proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Saat bersaksi untuk terdakwa yang juga istrinya, Neneng Sri Wahyuni, Nazar menyebut Benny pernah ikut dalam pertemuan dengan Timas Ginting bahkan sampai menerima jatah dari proyek PLTS.
Di luar persidangan usai bersaksi, Nazar menjelaskan informasi adanya duit yang diterima Benny didapat dari Mindo Rosalina Manulang alias Rosa. "Rosa bilang, sudah Pak US$ 100 ribu. Saya tanya Benny 'Ben sudah dapat US$ 100 ribu bagi dong saya'. Kata Benny 'manalah cuma dikasih US$30 ribu," tutur Nazar, hari Selasa (8/1).
(van/nrl)











































