Pengamat: Koalisi Kebangsaan Tidak akan Berjalan Permanen

Pengamat: Koalisi Kebangsaan Tidak akan Berjalan Permanen

- detikNews
Sabtu, 25 Sep 2004 00:22 WIB
Jakarta - Pengamat politik Dewi Fortuna Anwar menilai Koalisi Kebangsaan tidak akan berjalan permanen di masa mendatang. Dia melihat kemungkinan itu tidak realistis mengingat partai-partai itu dipilih oleh konstituen yang berbeda."Akbar menyatakan Koalisi Kebangsaan akan permanen. Kalau saya lihat kemungkinannya agak kurang realistis karena isu sekarang atau 5 tahun ke depan partai ini tidak mungkin satu jalan," kata Dewi Fortuna Anwar dalam sebuah acara diskusi di Pusat Tabulasi Nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (24/9/2004).Hal itu terjadi, kata, Dewi, karena partai-partai yang berada dalam Koalisi Kebangsaan konstituennya berbeda. "Misalnya PPP konstituennya lebih banyak muslim ortodoks, dan pasti ada hal-hal sensitif terhadap kepentingan mereka. Begitu pun sebaliknya dengan partai seperti PDS yang konstituennya kaum kristiani," katanya. Dewi menyatakan, Koalisi Kebangsaan di DPR pasti akan menjadi kekuatan penyeimbang. "Karena hubungan ketatanegaraan kita, DPR adalah untuk melakukan kontrol dan penyeimbangan terhadap eksekutif," katanya.Namun, kata Dewi, bisa saja pimpinan partai di Koalisi Kebangsaan menggalang satu kekuatan yang akan melakukan sabotase terhadap setiap kebijakan pemerintah mendatang. "Saya khawatir akan terjadi jurang yang semakin besar antara DPR dengan kehendak masyarakat. Karena jangan lupa presiden ini kan dipilih oleh rakyat," jelas Dewi."Seandainya kebijakan presiden itu ternyata sesuai dengan aspirasi rakyat kemudian disabotase oleh DPR hanya karena tidak suka dengan SBY maka itu akan mengurangi legitimasi DPR. Ini sangat berbahaya bagi demokrasi," tegas Dewi. Hal itu karena, DPR nanti akan dianggap sebagai kekuatan yang justru anti-demokratik. (mar/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini