"Buat saya itu normal saja. Biasa saja," ujar Anas usai nobar film 'Habibie-Ainun' di Rasuna Episentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Selasa (8/1/2013).
"Kalau secara politik makin tinggi. Atmosfir makin terasa. Tetapi ya itu, buat saya yang seperti itu normal-normal saja," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bedakan antara komitmen dangan kasus-kasus yang terjadi. Bukan berarti ada kader terkena kasus, lalu disebut bagian sikap partai. Komitmen Partai Demokrat tidak akan berubah. Seperti istilah revolusi makan anak kandungnya sendiri. Akibat komitmen partai, kasus-kasus ini jadi mengena ke partai. Risiko sebuah pilihan sikap untuk pemberantasan korupsi," cetusnya.
Anas menyaksikan film 'Habibie-Ainun' bersama sejumlah petinggi Demokrat seperti anggota Wanbin Ahmad Mubarok, Wasekjen Saan Mustopa, Ramadhan Pohan, Andi Nurpati, Ruhut Sitompul, dan Nurul Komar. Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang direncanakan hadir ternyata berhalangan.
(rmd/lh)











































