"Saya tadi itu kalau dihitung, mrebes, itu bahasa pare-pare. Meneteskan air mata sampai 4 kali," ujar Anas dalam jumpa pers usai nobar film tersebut di Rasuna Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Selasa (8/1/2013).
Selain Anas, beberapa petinggi Demokrat yang ikut nobar antara lain Wasekjen Demokrat Saan Mustopa, Ramadhan Pohan, Sutan Bhatoegana, Ruhut Sitompul, dan Andi Nurpati. BJ Habibie juga ikut serta menyaksikan film itu.
Terkait film itu, menurut Anas sang sutradara berhasil menghadirkan sosok Habibie dan Ainun dalam film sebagai yang menggambarkan cinta sejati.
Tidak hanya itu, menurut Anas, cinta yang dipupuk Habibie tidak sekadar berhasil menciptakan keharmonisan hidup dua insan. Tapi bahkan menjadi turbin kebangkitan Indonesia di era reformasi.
"Langkah Pak Habibie untuk mempercepat reformasi adalah langkah tepat saat tu. Cinta sejati yang digambarkan Pak Habibie dalam film itu ternyata menjadi turbin penting dalam pergerakan Indonesia. Berhasil memajukan Indonesia dicita-citakan pendiri republik," tuturnya.
(rmd/ndr)











































