"Hormati hak azasi manusia, tegakkan demokrasi dan Pancasila sebagai falsafah negara," dendang Rhoma di ruang pertemuan pimpinan MPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/1/2013).
Bait tersebut adalah penggalan syair lagu ke dua berjudul 'Pembaruan' yang Rhoma tulis pada 1977. Dia melantunkan penggalan lagu-lagu untuk memenuhi permintaan Wakil Ketua MPR Hajdriyanto Y Tohari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada tiga lagu yang penggalan syairnya Rhoma Irama lantunkan. Tentu saja tidak ada alunan musik dangdut yang mengiringi, selain koor dari beberapa anggota PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia) yang mendampinginya dan tepuk tangan dari puluhan orang wartawan yang memenuhi ruang pertemuan.
"Pak Taufik selama ini sukanya lagu country dan jazz. Setelah ini pasti beliau akan memborong lagu-lagu Bang Haji," celetuk Hadjri usai Rhoma Irama melantunkankan lagu dan disambut senyuman Taufik Kiemas.
(lh/lh)











































