Menurut peneliti ICW, Apung Widadi, temuan PPATK itu kini seperti bom yang tak lagi memiliki daya ledak. Berbagai temuan PPATK selalu mengundang perhatian publik, tapi toh tidak pernah ada tindaklanjutnya.
"Kalau seperti ini terus, justru politisi korup akan kebal dan tidak takut lagi sekalipun terendus PPATK. Mereka justru akan semakin liar," papar Apung di Jakarta, Selasa (8/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inilah kemenangan koruptor," lanjutnya.
Apung berharap ada sinergi yang baik antara KPK dengan PPATK. Jika keberhasilan dalam perkara Wa Ode Nurhayati yang menjerat dengan Pasal TPPU bisa dilanjutkan, Apung yakin korupsi politik akan jauh berkurang.
"Seharusnya PPATK dan KPK bekerjasama secara serius membongkar kasus itu. Jika KPK kesulitan, bisa diteruskan ke Kejaksaan dengan supervisi dan koordinasi KPK," jelas Apung.
"Dikhawatirkan dengan kondisi penegak hukum yang sulit menjerat dengan KPK yang masih lemah, PPATK yang setengah kekuatan, korupsi politik 2013 akan semakin marak untuk dana kampanye 2014," tutupnya.
(mok/jor)











































