Slilit S.B.Y
Jumat, 24 Sep 2004 18:20 WIB
Den Haag - Tanyakan SBY, apakah dia hari ini sudah gosok gigi atau belum. Ingatkan dia, jangan sampai slilit dibiarkan, lalu membusukkan gigi dan merusak wajahnya.Rakyat berbondong-bondong memilih SBY karena konon dia bersih dan suka kebersihan. Kalau bicara, nafasnya menebarkan bau harum. Membuat hati berbunga-bunga. Bila tertawa giginya berkilau, menambah aksen ketampanan karunia Tuhan. Orang sebersih itu pasti tidak suka yang busuk-busuk singgah di mulutnya, lalu merembet ke hati.Tapi, Pak SBY pagi ini nampaknya belum gosok gigi. Nafas anda mulai bau, Pak. Kalau begini jangan ngaku telah gosok gigi, deh. Tak percaya? Silakan ambil cermin atau tiupkan nafas ke telapak tangan lalu cium sendiri. Bila perlu Pak Subur turun tangan membantu menelisik, di mana slilit bandel yang sembunyi di sela-sela gigi.Sungguh, jika slilit di sela gigi SBY itu dibiarkan atau malah ditutup-tutupi, lama kelamaan akan menebarkan bau busuk juga. Selain membuat tidak nyaman, slilit itu akan membusukkan gusi, menimbulkan sakit gigi, bahkan bengkaknya dapat merusak keindahan wajah.Slilit SBY itu adalah oknum-oknum PD di DPRD DKI Jakarta. Mereka melakukan cara-cara lama yang dapat membusukkan citra SBY, berupa tindak khianat, kolutif, subordinatif atau berani membangkang garis kebijakan induk partai. Bahkan dengan menantang, 'ayo buktikan', mereka jelas-jelas memakai gaya lama, yang justru hendak dikoreksi SBY dan PD. Jika wibawa dan otoritas SBY tidak ingin tergerogoti, maka slilit-slilit di DPRD DKI itu harus disikat habis sekarang juga. Dibersihkan sebelum merembet membusukkan seluruh gigi dan mulut SBY. Sebab jika hal itu terlanjur terjadi, maka akan menyulitkan posisi SBY sendiri. Setiap ia berbicara akan menebarkan bau busuk alias tidak berguna. Lalu rakyat akan balik punggung sambil menutup hidung.Posisinya sebagai simbol harapan dan teladan pun pelan-pelan akan memudar. Contohnya, bagaimana SBY akan efektif menghimbau kejujuran, kalau orang-orangnya sendiri ternyata tidak jujur? Bagaimana rakyat masih bisa percaya dia mampu membenahi negara, jika ternyata bawahannya berani khianat tapi dia tidak mampu membereskannya?Di Belanda, kebetulan pada awal September ini ada contoh menarik yang mirip dengan kasus pembangkangan di DPRD DKI Jakarta tersebut. DPP partai liberal Volkspartij voor Vrijheid en Democratie (VVD), Partai Kebebasan untuk Rakyat dan Demokrasi, menertibkan Geert Wilders, anggotanya yang dinilai selalu menyimpang dari kebijakan partai. Wilders, yang pernah meradang karena pernyataan Yusril, akhirnya keluar dari VVD, partai mitra koalisi CDA dan D66 yang saat ini berkuasa.Pada kasus di DPRD DKI Jakarta, sebenarnya ada yang lebih serius dari sekedar peristiwa penelikungan mitra partai, yakni oknum partai berani mengabaikan, tidak mematuhi, dan mengkhianati kebijakan DPP, kemudian setelah reaksi DPP cukup kritis mereka malah balik meminta agar induk partai membuktikannya. Kualitas anggota semacam ini tentu saja akan merugikan partai. Selain membuat partai tidak solid, juga akan merusak citra di mata masyarakat. Kemenangan SBY dan PD adalah awal pembuktian siapa SBY dan PD sesungguhnya. Ingat, dukungan rakyat kali ini baru panjar. Jika ternyata SBY gagal membuktikan dirinya sesuai harapan rakyat, maka pada 2009 mereka akan menarik panjar itu ramai-ramai dan membuang SBY ke keranjang sampah sejarah sebagai pria tampan tapi gombal.Oleh sebab itu gosok gigi baik-baik dari sekarang, Pak. Biar tetap bersih, tampan dan meyakinkan.
(es/)











































