"Kami DPD I di seluruh Indonesia akan mendatangi Bang Akbar untuk tidak melakukan keterangan terbuka. Harusnya membawa masalah ini di kamar Golkar. Dalam pandangan dia, pasti ada kelemahan bagi orang lain. Sikap Akbar bertentangan dengan etika internal partai," kata Ketua DPD I Golkar Sultra, Ridwan Bae kepada wartawan dalam jumpa pers di kantor Fraksi Partai Golkar di Gedung DPR RI, Senin (7/1/2013).
Menurut Ridwan, pernyataan seorang Ketua Wantim tidak akan mengamputasi apalagi membatalkan hasil Rapim yang telah menetapkan Ical sebagai capres Golkar."Oleh karena itu kami DPD I dalam waktu sesingkat-singkatnya akan mendatangi Bang Akbar, terhadap kesungguhan Akbar atas sikap memihak atau tidak memihak di balik pernyataan-pernyataan itu," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ridwan menambahkan sudah ada sekitar sepuluh DPD di seluruh Indonesia yang bersedia untuk menemui Akbar Tandjung untuk membahas masalah ini. "Yang sudah mau dari Yogyakarta, Bengkulu, Babel, Papua, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Timur. Pokoknya sudah lebih dari 10 DPD I yang sudah dikomunikasikan,"imbuhnya.
(spt/van)











































