Pelat nomor mobil listrik Tucuxi DI 19 milik Menteri BUMN Dahlan Iskan palsu. Pelat nomor tersebut bukan dikeluarkan oleh kepolisian. Namun dipesan di tukang pelat nomor kaki lima di sebuah tempat di Kota Yogyakarta.
"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara pelat nomor itu palsu bukan dari Ditlantas Polri," kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Hj Anny Pudjiastuti di Mapolda DIY di Mapolda Jl Ringroad Utara, Depok, Sleman, Senin (7/1/2013).
Menurut Anny, pelat nomor tersebut dibuat di Yogyakarta. Orang yang mengerjakan adalah seorang tukang yang spesialis membuat pesanan pelat nomor. Tempat pembuatan juga di pinggir jalan di wilayah Yogyakarta. "Secara material bukan dikeluarkan oleh kepolisian," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anny menambahkan saat ini Polda sudah mengetahui pembuat dan pemesan pelat nomor tersebut. Polisi juga telah meminta keterangan dengan insial S warga Yogyakarta yang menjadi pembuat pelat nomor mobil Tucuxi. Dia juga mengaku pelat nomer tersebut pesanan seorang berinisial K yang bekerja di sebuah bengkel.
"Penyidik Polda DIY belum memeriksa atau memanggil K. Sebab yang bersangkutan ketika dihubungi handphone-nya tidak aktif dan tidak bisa ditemui," pungkas Anny.
Mobil Tucuxi, mobil listrik buatan Danet Suryatama dan dirakit di Bengkel Kupu-kupu Malam Yogyakarta itu, hancur lebur setelah Dahlan Iskan menabrakkan mobil itu ke tebing di jalan raya Plaosan, Magetan, Sabtu (5/1/2013). Dahlan selamat, namun mobil seharga Rp 1,5 miliar itu hancur lebur. Dahlan menabrakkan mobil itu ke tebing, karena rem-nya blong.
Sementara itu, Danet mengaku tidak bertanggung jawab terhadap kecelakaan itu. Sebab, dirinya tidak dilibatkan Dahlan saat mobil itu diutak-atik di Bengkel Kupu Kupu Malam beberapa hari lalu. Danet memiliki bukti foto bahwa sistem pengereman di mobil yang sering disebut 'Ferrari listrik' itu diubah oleh tim Dahlan. Polisi masih menyelidiki kasus kecelakaan ini.
(bgk/asy)










































