"Saya nggak pernah pesimis. Toh, kalah menang biasa, itu jadi pelajaran, bukan kekalahan. Agar partai saya lebih hati-hati," kata Wiranto kepada wartawan usai deklarasi GMKN di Kantor PP Muhammadiyah di Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2013).
Sejumlah tokoh yang hadir selain Din Syamsuddin dan Wiranto adalah Hasyim Muzadi, Rizal Ramli, Fuad Bawazier, Fahmi Idris, Ichsanudin Noorsy, Adhi Massardi, Yudi Latief, Marwan Batubara, AM Fatwa, dan lainnya. Deklarasi digelar sejak pukul 15.00 WIB.
Wiranto enggan mengungkap strateginya mencari tiket ke Pilpres 2014. Wiranto mengaku siap menjadi capres maupun cawapres, tergantung.
"Saya nggak akan jawab strategi sekarang, nanti bocor. Saya nggak akan jawab sekarang siapa capres siapa wapres," katanya.
Namun Wiranto memang lebih ingin terpilih menjadi presiden. Memegang posisi presiden, menurut Wiranto, memberinya banyak peluang untuk melakukan perubahan.
"Kalau presiden penentu kebijakan nasional, mengembangkan potensi dan pengetahuan yang kita miliki, sehingga kita bisa melakukan pengabdian yang riil dan efektif," katanya.
Memangnya apa yang ditawarkan Pak Wiranto gagal di Pilpres 2009 lalu ini? "Spirit untuk kita mendobrak kemapanan, yang saat ini tidak menghasilkan kemakmuran yang merata, jadi kita mesti melakukan gebrakan, sehingga menghasilkan sesuatu yang rill, jujur dan adil," tandasnya.
(/)











































