"Seluruh jenasah sudah dilakukan pemeriksaan, kita sudah menunggu hasil pembanding pemeriksaan tersebut, dan nanti akan dikomunikasikan antara penyidik, pihak rumah sakit, dan keluarga korban. Kita berharap cepat selesai agar jenasah tersebut bisa segera dimakamkan," kata Kabagpenum Polri, Kombes Agus Rianto, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (7/1/2013).
Jumat (4/1) pekan lalu Densus 88/Antiteror menembak mati dua teroris atas nama Abu Uswah dan Hasal Alias Khalil. Kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai meyatakan, dua teroris gaek tersebut merupakan otak dibalik serangkaian teror di Poso dan juga otak di balik pelemparan bom beberapa waktu lalu kepada Gubernur Sulsel. Di hari yang sama, Densus juga menembak mati dua terduga teroris di Bima, serta tiga teroris lainnya di Dompu pada keesokan harinya, Sabtu (5/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disinggung bila ada pihak keluarga teroris yang tidak menerima tindakan aparat yang berakibat tewasnya teroris dalam upaya penyergapan, Agus mengatakan bila pihaknya bertindak sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Kita memahami kepentingan keluarga bila menganggap apa yang dilakukan Polri tidak dapat diterima, silakan ada mekanismenya dan kami semaksimal mungkin memberikan penjelasan kepada keluarga," kata Agus.
Polri bersikukuh pihaknya memiliki alat bukti kuat bila tujuh teroris yang tewas itu memiliki keterkaitan dengan aksi teror selama ini.
"Data yang ada di kita dapat dikatakan orang-orang tersebut terkait permasalahan teror yang ada. Kita siap menerima dan mengikuti mekanisme bila ada pihak yang merasa tidak dapat menerimanya," tegas Agus.
(ahy/lh)











































