Hujan Deras, Jokowi Sambangi Rumah Bocah SD yang Diduga Diperkosa

Hari ke-84 Jokowi

Hujan Deras, Jokowi Sambangi Rumah Bocah SD yang Diduga Diperkosa

Salmah Muslimah - detikNews
Senin, 07 Jan 2013 14:12 WIB
Hujan Deras, Jokowi Sambangi Rumah Bocah SD yang Diduga Diperkosa
Jakarta - Kisah malang RI bocah SD yang diduga menjadi korban pemerkosaan dan mengalami infeksi pada kemaluannya menyedot perhatian Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). Di bawah hujan deras, Jokowi menyambangi rumah keluarga RI.

Jokowi yang menggunakan mobil Kijang Innova warna hitam B 1592 NKR tiba di rumah duka keluarga RI yang sederhana di Jalan Rawa Bebek RT 2 RW 1 Kelurahan Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Senin (7/1/2013) pukul 13.50 WIB.

Hujan deras mewarnai kedatangan Jokowi yang mengenakan kemeja warna putih itu. Suami Iriana ini berlindung di bawah payung lalu berjalan kaki menyusuri gang-gang sempit menuju kediaman RI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga sekitar bersorak gembira melihat kedatangan orang nomor satu di Jakarta itu. Mereka mengelu-elukan Jokowi dan berlomba meminta bersalamanan.

"Jokowi...Jokowi...!" teriak warga gembira.

Jokowi masuk ke dalam rumah sederhana dan sempit yang dihiasi terpal warna biru itu. Jokowi diterima keluarga RI yang hidup dari aktivitas memulung ini.

Jokowi berkunjung untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan santunan untuk keluarga RI.

Bocah kelas 5 SD, RI, yang diduga menjadi korban pemerkosaan meninggal dunia Minggu (6/1/2013) pagi di RSUP Persahabatan, Jakarta Timur. Dia dibawa ke RS milik pemerintah itu pada 29 Desember 2012 lalu dalam kondisi kemaluannya luka parah. Soal dugaan pemerkosaan itu, tim dokter menunggu hasil visum lengkap hari ini.

"Saya kira kita tunggu hasil visum lengkap saja ya, karena itu (disebut infeksi) bukan kami. Hasil visum sementara sudah tadi, Senin mereka minta untuk hasil visum lengkap," ucap Direktur Medik dan Keperawatan RS Persahabatan, Tri Hesty Widyastoeti kepada detikcom, Minggu kemarin.

Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan si bocah tidak mengalami kekerasan seksual, tapi hanya mengalami infeksi.

(aan/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini