Marzuki Soroti 3 Sejarah Penting Penegakan Hukum di 2012

Marzuki Soroti 3 Sejarah Penting Penegakan Hukum di 2012

Nur Khafifah - detikNews
Senin, 07 Jan 2013 13:42 WIB
Marzuki Soroti 3 Sejarah Penting Penegakan Hukum di 2012
Marzuki Alie
Jakarta - Dalam pidato pembukaan masa sidang III DPR tahun sidang 2012-2013, Ketua DPR Marzuki Alie menyoroti sejumlah kasus hukum yang terjadi di 2012. Dia secara khusus menyebut ada 3 orang kuat yang tersangkut hukum di tahun 2012 lalu, siapa saja?

"Sepanjang tahun 2012 tercatat beberapa peristiwa penting dalam penegakan hukum di Indonesia. Tiga di antaranya yaitu pemalsuan situasi seperti itu, vonis di Mahkamah Agung, kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM, dan kasus dugaan korupsi proyek sarana olah raga Hambalang," kata Marzuki Alie di pidato pembukaan masa sidang III tahun sidang 2012-2013 di ruang rapat paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/1/2013). Dari 500 anggota DPR, sebanyak 237 anggota absen di rapat ini.

Menurut Marzuki, ketiga kasus tersebut bahkan menjadi sejarah penting dalam perjalanan penegakan hukum di Indonesia. Orang-orang penting terlibat dalam kasus-kasus ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada kasus pemalsuan vonis di MA, untuk pertama kalinya seorang hakim agung diberhentikan tidak dengan hormat dari jabatannya melalui sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH). Dalam kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM, untuk pertama kalinya seorang jenderal polisi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, dan dalam kasus dugaan korupsi proyek sarana olahraga Hambalang, untuk pertama kalinya pula seorang menteri negara aktif, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK," papar Marzuki.

Dalam kesempatan ini Marzuki juga menyoroti adanya sejumlah bentrok di sejumlah wilayah di Indonesia selama tahun 2012. Melihat kondisi tersebut, DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat, menurutnya harus menenteramkan hati rakyat.

"Oleh karena itu, memasuki tahun 2013, kita harus kembali bekerja keras untuk menjaga kepercayaan yang diberikan oleh rakyat, oleh konstituen kita. Salah satu upaya yang dapat dilakukan segera, yaitu melaksanakan Program Aspirasi Rakyat, agar kinerja Dewan semakin efektif. Pimpinan Dewan berharap, dalam sisa waktu kurang dari dua tahun, lembaga ini dapat terus menjalankan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya dan tidak terpengaruh oleh situasi politik menjelang Pemilu," imbaunya.

(van/nrl)


Berita Terkait