"Sepanjang tahun 2012 tercatat beberapa peristiwa penting dalam penegakan hukum di Indonesia. Tiga di antaranya yaitu pemalsuan situasi seperti itu, vonis di Mahkamah Agung, kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM, dan kasus dugaan korupsi proyek sarana olah raga Hambalang," kata Marzuki Alie di pidato pembukaan masa sidang III tahun sidang 2012-2013 di ruang rapat paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/1/2013). Dari 500 anggota DPR, sebanyak 237 anggota absen di rapat ini.
Menurut Marzuki, ketiga kasus tersebut bahkan menjadi sejarah penting dalam perjalanan penegakan hukum di Indonesia. Orang-orang penting terlibat dalam kasus-kasus ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan ini Marzuki juga menyoroti adanya sejumlah bentrok di sejumlah wilayah di Indonesia selama tahun 2012. Melihat kondisi tersebut, DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat, menurutnya harus menenteramkan hati rakyat.
"Oleh karena itu, memasuki tahun 2013, kita harus kembali bekerja keras untuk menjaga kepercayaan yang diberikan oleh rakyat, oleh konstituen kita. Salah satu upaya yang dapat dilakukan segera, yaitu melaksanakan Program Aspirasi Rakyat, agar kinerja Dewan semakin efektif. Pimpinan Dewan berharap, dalam sisa waktu kurang dari dua tahun, lembaga ini dapat terus menjalankan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya dan tidak terpengaruh oleh situasi politik menjelang Pemilu," imbaunya.
(van/nrl)











































