"Boleh saja Bapak Presiden blusukan di kampung-kampung di Tangerang atau Jakarta, tapi seyogyanya seluruh kampung di penjuru Indonesia," kata Priyo kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/1/2013).
Priyo meyakini upaya SBY blusukan bukan karena pencitraan. Bukan juga meniru gaya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
"Soal kritikan meniru Jokowi, tapi Presiden ada kewenangan," tegas Ketua DPP Golkar bidang politik ini.
Pada Kamis 4 Januari, SBY mengunjungi kampung nelayan di Desa Tanjung Pasir, Tangerang. Ia tak menggunakan mobil RI 1 seperti biasa, tapi mobil berpelat nomor B 1909 RFS. Rangkaian kendaraan yang ikut pun tak banyak.
Alhasil, banyak warga yang kaget dan bahkan tak tahu kalau pria nomor satu di Indonesia itu sedang melintas di jalanan. Sepanjang perjalanan menuju Desa Tanjung Pasir, SBY disuguhi pemandangan jalanan sempit, macet, warga yang sedang mencuci, mandi di kali yang kotor, hingga persoalan sampah.
Sementara di lokasi kampung nelayan pun tak jauh berbeda. Warga mengeluhkan sanitasi yang kurang baik, bantuan solar untuk melaut yang kurang, hingga masalah pendidikan.
Karena kunjungan SBY terkesan dirahasiakan dan mendadak, bahkan Bupati Tangerang Ismet Iskandar tidak tahu soal kunjungan SBY. Dia sempat datang terlambat ke lokasi.
(van/nrl)











































