"Saya berharap siapapun yang berharap bukan untuk pencitraan. Rakyat tidak ingin dikecewakan. Tidak ada kata terlambat dan tidak ada yang istimewa. Dari dulu juga ada blusukan dari Presiden Soeharto, Soekarno juga ada blusukan. Yang jelas rakyat tidak ingin dikecewakan," jelas Ketua FPKS Hidayat Nurwahid di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/1/2013).
Hidayat menegaskan tak perlu dipersoalkan soal blusukan itu, apakah pencitraan atau bukan. Yang utama, rakyat bisa diserap keluh kesahnya.
"Silakan apakah itu pencitraan ataupun tidak pencitraan tidak masalah. Ini saatnya ketika pejabat berani blusukan untuk membuktikan janjinya kepada rakyat. Ini kan bukan masa kampanye. Ini masa pembuktian," terangnya.
Blusukan Presiden SBY sukses menjadi buah bibir. Bukan apa-apa, blusukan SBY di Kampung Nelayan di Tangerang, Jumat (4/1) itu memang serba dadakan. Kondisi di lapangan benar-benar apa adanya, bahkan Bupati terlambat datang ke lokasi. Sampah juga masih menumpuk.
Yang menjadi ramai, blusukan itu banyak dibandingkan dengan gaya Jokowi. Tapi seperti disampaikan sejumlah staf SBY, blusukan presiden sudah sejak dahulu dilakukan.
(ndr/gah)











































