SBY di Aceh: Nyan, SBY Lom

SBY di Aceh: Nyan, SBY Lom

- detikNews
Jumat, 24 Sep 2004 17:03 WIB
Banda Aceh - Nyan, SBY, lom. (Nah, SBY, lagi, red)SBY mandum. (SBY semua)Ungkapan-ungkapan dalam bahasa Aceh itu, acap terdengar ketika penghitungan suara dilakukan pada hari Pemilu, 20 September 2004 lalu. Tak pelak, meski penghitungan manual baru akan dikeluarkan KPU Provinsi pada 28 September mendatang dan penghitungan secara online belum selesai, SBY dipastikan menjadi pemenang di provinsi paling barat Indonesia ini. Saat ini, SBY sudah mengantongi 79 persen suara.Sejak semula, kemenangan SBY di Aceh, sudah dipastikan. Pasalnya, pada pemilu putaran pertama, SBY menduduki rangking kedua setelah Amien Rais dengan jumlah 519.197 suara. Ketika Amien tak lagi masuk di putaran kedua, suara Amien diprediksikan akan beralih ke SBY. Belum lagi suara dari PKS yang menyatakan mendukung presiden dari Partai Demokrat itu.Sementara, pada putaran pertama saja, Megawati sudak keok. Kala itu, Megawati hanya berhasil berada di posisi keempat dengan jumlah perolehan 120.226 suara."Ureung inong, hanjet," tutur Mak Min dalam bahasa Aceh, warga di Desa Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, pada detikcom, Jumat (24/9/2004). Maksud perempuan yang sehari-hari berdagang kecil-kecilan ini, seorang perempuan tidak layak menjadi seorang pemimpin. Jadi menurut perempuan berusia 60 tahun ini, karena sudah tak ada gambar pria lainnya di kertas suara, maka SBY menjadi pilihannya, saat pemilu lalu.Meski banyak yang serupa dengan Mak Min, mantan Menko Polkam ini terbilang populer di daerah berjuluk Serambi Mekah ini, tak heran banyak yang memilihnya.Pasalnya, ketika menjabat sebagai Menko Polkam, Yudhoyono banyak mengambil peran dalam proses perdamaian di Aceh, ketika terjadi rekonsiliasi antara pemerintah RI dengan GAM dalam masa Penghentian Permusuhan (CoHA). Begitu juga ketika masa darurat militer diberlakukan.Tak hanya itu, SBY juga rajin melakukan pertemuan dengan sejumlah ulama di Aceh. Seperti 4 September 2004 lalu. SBY bersama rombongannya melawat ke Lhokseumawe, Aceh Utara. Agendanya, bersilaturahmi dengan para ulama.Dalam pertemuan itu, para ulama meminta, jika kelak SBY terpilih menjadi presiden, agar segera menyelesaikan konflik di Aceh. Mereka juga minta agar industri-industri di Aceh, disegarkan kembali untuk menjaring tenaga kerja lokal. Tal lupa pula, pesan agar dalam kabinet nanti, ada putra Aceh yang terpilih.Di Masjid Bujang Salim, Lhokseumawe, Yudhoyono pun berjanji akan menyelesaikan persoalan di Aceh secara komprehensif. Tidak hanya dengan pendekatan militer, tapi juga pendekatan kemanusiaan. Usai pemilu, SBY juga melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh ulama di Jakarta, di sebuah hotel berbintang.Kamis kemarin di rumahnya di Cikeas-Bogorr, usai bertemu pra guru, jenderal yang sempat disebut anak kecil oleh suami Presiden Megawati ini, juga menyatakan penyelesaian konflik di Aceh, merupakan salah satu prioritasnya.Jika sudah dilantik nanti, kita lihat saja. Apakah benar, SBY akan merealisasikan janji-janjinya terhadap Aceh. Termasuk, program 100 harinya yang akan memberantas korupsi. Para koruptor di Aceh, agaknya harus segera pasang kuda-kuda. Soalnya, selain persoalan GAM, Aceh juga digerogoti dengan banyaknya kasus korupsi."Pemerintahan SBY diharapkan dapat melakukan perubahan, reformasi dan keteladanan dalam memberantas KKN. Caranya dengan menegakkan hukum dalam kasus-kasus korupsi," ujar M.Nasir Djamil, anggota PKS dari Aceh, yang terpilih menjadi anggota DPR-RI, periode mendatang.Khususnya, kata M.Nasir Djamil, kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh Gubernur NAD, Abdullah Puteh. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads