Terjebak Macet, JK Pantau Banjir di Sulsel dengan Helikopter

Terjebak Macet, JK Pantau Banjir di Sulsel dengan Helikopter

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Minggu, 06 Jan 2013 17:35 WIB
Terjebak Macet, JK Pantau Banjir di Sulsel dengan Helikopter
Jusuf Kalla di tengah korban banjir di Sulsel (Foto: m nur abdurrahman/detikcom)
Makassar - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mengunjungi lokasi banjir di beberapa daerah di Sulawesi Selatan. Karena terhalang kemacetan, ia akhirnya memantau bencana melalui udara.

Dalam pantauannya, JK didampingi salah satu pimpinan PMI, Farid Husain. Mantan wakil presiden itu tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar sekitar pukul 09.00 Wita, Minggu (6/1/2013) dan langsung berangkat menuju lokasi banjir di Kab. Maros.

Rombongan terhalang kemacetan, lalu JK memilih memantau banjir dengan menggunakan helikopter. Dari hasil pantauan melalui udara, JK menyaksikan beberapa wilayah yang terendam banjir, seperti Kab. Pangkep, Kab. Maros dan Makassar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai melakukan pemantauan dengan helikopter, JK kemudian mengunjungi lokasi banjir di Perumnas Antang, Kec. Manggala, Makassar, ditemani rekannya Farid Husain dan putranya, Solihin Kalla dengan menggunakan Jeep Wrangler bernomor polisi DD 42 IF.

JK dan rombongannya menggunakan perahu karet milik PMI Makassar untuk masuk ke lokasi banjir di Blok 10 Perumnas Antang. Selain itu, JK juga mengunjungi dapur umum dan berdialog dengan para pengungsi di dalam masjid yang dijadikan posko.

"Sejauh ini bencana banjir di beberapa daerah termasuk di Sulsel masih terkendali, PMI siap menyalurkan bantuan berapa pun yang dibutuhkan, tentunya dengan dukungan pemerintah setempat," ujar JK saat dicegat wartawan.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, banjir merendam beberapa daerah di luar Makassar, seperti di Kab. Maros, Kab. Pangkep, Kab. Soppeng dan Kab. Jeneponto. Banjir diakibatkan aliran sungai meluap dan derasnya hujan yang berlangsung selama beberapa hari terakhir ini.

(mna/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini