Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (6/1/2013) sekitar pukul 07.30 WIB, saat warga Dukuh Wates, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, melakukan kerja bakti membersihkan timbunan tanah longsor yang menutup jalan kampung mereka. Longsor pertama itu terjadi Sabtu sore ketika permukiman di lereng Gunung Merbabu itu diguyur hujan deras.
Saat warga kerja bakti itulah terjadi longsor susulan. Tebing yang cukup tinggi itu tiba-tiba longsor. Akibatnya ada tiga warga yang sedang kerja bakti tidak sempat menghindar dari longsoran. Mereka adalah Gianto, Paijo, dan Parlan. Gianto dan Paijo hanya mengalami luka ringan, sedangkan Parlan menderita luka cukup serius karena sekujur tubuhnya tertimbun longsor.
Warga kemudian segera memberikan pertolongan kepada Parlan dengan cara segera membongkar tanah longsoran yang menimbunnya. Setelah berhasil ditemukan dan diangkat dari areal longsoran, lelaki 50 tahun itu segera dilarikan ke RSU Pandan Arang, Boyolali untuk mendapatkan perawatan medis, karena kondisinya lemas.
Dokter IGD RSU Pandan Arang, dr Budi Karyadi, mengatakan Parlan mengalami luka dalam akibat terkena material tanah bercampur bebatuan. "Korban longsor atas nama Pak Parlan ini mengalami trauma di dada dan perut. Saat ini kondisinya masih kritis," kata Budi.
(mbr/trw)











































