"Fraksi pengusung Jokowi dan Ahok harus dapat mendorong ini di tingkat DPRD DKI. Seharusnya mereka bisa bekerja maksimal untuk menggolkan ini (RAPBD 2013)," ujar Pengamat Politik Charta Politika Arya Fernandes kepada detikcom, Minggu (6/1/2013).
Menurutnya lobi-lobi politik terhadap partai dengan kursi terbanyak harus semakin gencar. Selain itu, partai pengusung yakni FPDIP dan Gerindra seharusnya dapat melakukan mobilisasi isu dengan lebih terukur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, perhatian masyarakat yang besar terhadap Jokowi bisa dimanfaatkan sebagai kekuatan. "Kalau ada ancaman seperti ini, partai-partai ini akan ketakutan juga kalau masyarakat mengira mereka menggangu Jokowi," imbuh Arya.
Ditambah lagi sudah banyak agenda besar yang menanti untuk dieksekusi oleh mantan Wali Kota Solo ini. Seperti proyek Kartu Jakarta Sehat, Kartu Jakarta Pintar, dan peremajaan bus yang bergantung pada anggaran.
"Jangan sampai masyarakat pada akhirnya berfikir bahwa ada pihak-pihak yang ingin mengganggu Jokowi," tuturnya.
Sebelumnya Wakil ketua DPRD DKI, Hendra Sayogo menuturkan DPRD DKI targetkan pengesahan selesai pada 28 Januari 2013.
"Tanggal 28 Januari insya Allah bisa disahkan, kalau 28 Januari belum jadi nanti repot. Ada isu siapa yang merubah dan sebagainya, ini sangat sensitf masalah anggaran, jadi sebetulnya kondisinya seperti itu," kata wakil ketua DPRD DKI, Hendra Sayogo kepada detikcom, Sabtu (5/1).
"Kita sudah kasih tahu eksekutif agar cepat susun program-program ini, pembahasan komisi sudah selesai nanti masuk banggar. Jadwal lama tanggal 15-18 Januari pembahasan selesai, di tingkat banggar diserahkan ke eksekutif. Nah, eksekutif menyusun mata anggaran dan detail untuk disesuaikan dari rancangan anggaran jadi anggaran ABPD DKI 2013," lanjutnya.
(/ega)










































