"Dari Demokrat, bukan artinya orang dari struktur organisasinya (pengurus). Kemungkinan besar adalah orang-orang yang dekat secara personal dan juga secara politis dengan SBY," ujar pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Ari Sujito kepada detikcom, Sabtu (5/1/2013).
Menurutnya, SBY kali ini berkali lipat lebih hati-hati untuk menjatuhkan pilihannya. SBY dinilai tak akan memberikan kursi Menpora kepada partai lain yang sama-sama tidak bisa memberikan jaminan akan bekerja secara profesional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan kasus korupsi Hambalang yang menghadang Kemenpora, bukan menjadi pertimbangan utama SBY dalam memilih Menpora. Sebab, masing-masing kementerian saat ini memiliki masalah yang sama. Namun, Kemenpora punya agenda kerja mendesak yang harus diselesaikan.
"Di Kemenag juga sama, ada kasus korupsi. SBY lebih melihat tantangan Kemenpora adalah menyelesaikan konflik PSSI," kata Ari.
Ari menilai kondisi internal PD yang belakangan 'gonjang-ganjing' membuat SBY kali ini mengambil keputusan sendiri. "Nggak mungkin minta rekomendasi sama Anas. Mereka nggak dekat secara personel dan politik," kata Ari memprediksi.
(/ega)











































