Polisi Sebut Bocah Kelas 5 SD Alami Infeksi, Dokter Tunggu Hasil Visum

Polisi Sebut Bocah Kelas 5 SD Alami Infeksi, Dokter Tunggu Hasil Visum

- detikNews
Sabtu, 05 Jan 2013 13:12 WIB
Jakarta - Polisi memastikan bocah perempuan kelas 5 SD yang semula diduga diperkosa hanya mengalami infeksi pada kemaluannya. Namun keterangan ini belum bisa diamini oleh tim dokter yang merawat pasien. Tim Dokter masih harus menunggu hasil visum resmi pada hari Senin.

"Itu kan statement mereka beda dengan statement kita, kami waktu kemarin pun dengan Polda kami nggak bisa jawab detail hasil pemeriksaan sebelum ada visum," kata Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Persabatan dr Sri Hesty Widiastoeti, kepada detikcom, Sabtu (5/1/2013).

Menurutnya, permintaan terhadap visum telah disampaikan hari ini kepada tim dokter dan sudah ditindaklanjuti dengan melakukan visum sementara, untuk hasil visum lengkap tim dokter baru bisa melakukannya hari Senin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira kita tunggu hasil visum lengkap saja ya, karena itu (disebut infeksi) bukan kami. Hasil visum sementara sudah tadi, Senin mereka minta untuk hasil visum lengkap," ucapnya.

"Polres Jakarta Timur yang meminta untuk visum lengkap hari Senin, jadi nanti hasil visum ini polisi yang menerima," ucapnya.

Ia menuturkan, tim dokter tidak bisa memberi pernyataan terkait kondisi korban, selain karena harus menugggu hasil visum, juga karena menghormati praduga tak bersalah dan hak pasien.
 
"Kita nggak bisa jawab gitu, saya nggak tahu kenapa begitu. Tapi satu kita harus mengacu praduga tak bersalah, kita dalam menegakkan diagnosa juga harus hormati hak pasien," ucapnya.

"Kondisi pasien saat ini masih dirawa di ICU," lanjutnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menyatakan bahwa bocah perempuan kelas 5 SD yang saat ini terbaring koma di RS Persahabatan, bukan merupakan korban kekerasan seksual. Dari hasil pemeriksaan dokter, si bocah mengalami infeksi pada kemaluannya.

"Menurut keterangan keluarga, yang bersangkutan tidak pernah mengalami kekerasan seksual. Dan berdasar keterangan dokter, luka pada kemaluannya itu karena infeksi," jelas Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (4/1/2013).

Sementara tim dokter yang menangani pasien, belum bisa memastikan apakah pasien adalah korban perkosaan atau bukan. Tim dokter dalam jumpa pers Jumat (4/1) kemarin, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan bocah tersebut menderita radang selaput otak.

"Kita lakukan scanning dan menemukan radang selaput otak," kata dokter spesialis anak dr Emma dalam jumpa pers di RSUP Persahabatan, Jl Persahabatan Raya, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (4/1/2013).

Emma mengatakan, pemeriksaan dokter menunjukkan adanya komplikasi dalam organ dalam anak dari keluarga tidak mampu tersebut. Saat tiba di RS pelat merah itu, anak berusia 11 tahun itu sudah sakit berat sehingga harus dipasangi alat bantu pernafasan.

Dokter spesialis kebidanan dr Lucky Savitry menjelaskan luka di sekitar alat kelamin bocah itu. Luka itu ditemukan secara tak sengaja oleh dokter. Saat itu dokter ingin memasukkan obat ke dalam dubur pasien, ternyata ada luka di sekitar alat kelaminnya.

"Kemungkinan luka itu disebabkan benda tumpul, ada. Kami hanya memeriksa, tapi kami tidak tahu detailnya, untuk detailnya kita tunggu hasil visum. Jadi kami hanya melihat kondisi luka," katanya

(bal/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini