"Dengan dia (Ahok) tidak mengambil tindakan razia, dikhawatirkan anak jalanan ini makin banyak sehingga angka kriminal tindak kejahatan semakin meninggi, jikalau tidak ada kebijakan atau kartu penyelamat dari Gubernur nantinya akan membebankan Pemda sendiri. Karena mereka makin happy, merasa aman tanpa digaruk Satpol PP," ujar kriminolog dari UI Adrianus Meliala dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (5/1/2013).
Anggota Kompolnas ini mengatakan, memang terdapat beberapa karakteristik anak jalanan. Tak sedikit dari mereka yang memang memilih untuk hidup di jalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Adrianus, sudah seharusnya Gubenur DKI Joko Widodo menyiapkan kartu penyelamat dengan menciptakan kantong-kantong untuk menyalurkan anak jalanan yang memiliki skill rendah.
"Seharusnya Gubenur sudah menyiapkan kartu penyelamat dengan menciptakan kantong-kantong atau pekerjaan buat mereka yang berskill rendah khusunya anak jalanan. Barulah pemda kembali melakukan dan mulai melakukan pendataan dan pembinaan kepada mereka kemudian disalurkan ke kantong-kantong lapangan pekerjaan yang telah disiapkan pemprov," kata Adrianus.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memastikan tidak akan ada lagi razia terhadap anak jalanan. Ahok akan memfungsikan RT dan RW untuk mengatasi persoalan ini.
"Jangan ada razia tangkap kayak gitu. Saya nggak mau ada lagi operasi-operasi tangkap tangan seperti itu. Nanti anak-anak malah pada kecelakaan. Pendekatan saja nanti ketahuan kok, nanti kita fungsikan RT-RW lebih baik," ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2013).
(edo/)










































