Kapolres Metro AKBP Agoes Soejadi dugaan kuatnya adalah karana korsleting arus listrik di dalah satu kios. βNamun, untuk memastikannya masih menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor. Kita tungga saja nanti laporannya,β kata Agoes kepada detikcom, Jumat (4/1/2013).
Tim Puslabfor yang turun sebanyak empat orang. Dengan memakai rompi bertuliskan Puslabfor mereka berkeliling lantai II Pasar Kopindo yang terbakar dan mengambil sampel dari sisa-sisa puing.
Dia berharap hasil Puslabfor bisa secepatnya diketahui sehingga bisa memberikan kejelasan soal penyebab kebakaran. Masyarakat dan pedaang jangan sampai resah karena elum satu bulan sudah dua kali kebakaran terjadi di pasar di Meto. Sebelum Pasar Kopindo, sebelumnya Pasar Cendrawasih yang letaknya tidak jauh dari Kopindo, juga terbakar.
Agoes menambahkan, polisi juga sudah memeriksa beberapa saksi dari petugas keamanan pasar dan pedagang. Berdasarkan keterangan satpam memang menguatkan penyebab kebakaran yang bersumber dari hubungan arus pendek.
Berdasarkan data terbaru jumlah kios dan hamparan yang tebakar sebanyak 31 unit. Sedangkan kios dan toko yang berada di lantai I sama sekali tidak terbakar. Para pedagang di lantai I pun tetap berkativitas seperti biasa. Hanya pedagang di lantai II saja yang kebingungan berjualan karena semua barang dagangannya habis terbakar.
Kebakaran di lantai II Pasar Kopindo terjadi pada Kamis malam (3/1) sekitar pukul 18.00. Api dengan mudah membakar kios dan toko yang banyak menjual kebutuhan sehari-hari itu. Api baru bisa dipadamkan setelah tiga unit mobil pemadam dikerahkan.
(edo/)










































