Tragis! Bocah SD yang Diduga Diperkosa Juga Menderita Radang Selaput Otak

Tragis! Bocah SD yang Diduga Diperkosa Juga Menderita Radang Selaput Otak

- detikNews
Jumat, 04 Jan 2013 18:26 WIB
Jakarta -

Tim dokter masih mencoba menyembuhkan siswi kelas 5 SD yang diduga diperkosa di Pulogebang, Jakarta Timur. Tragisnya, saat dilakukan pemeriksaan ternyata bocah ini juga menderita radang selaput otak.

"Kita lakukan scanning dan menemukan radang selaput otak," kata dokter spesialis anak dr Emma dalam jumpa pers di RSUP Persahabatan, Jl Persahabatan Raya, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (4/1/2013).

Emma mengatakan, pemeriksaan dokter menunjukkan adanya komplikasi dalam organ dalam anak dari keluarga tidak mampu tersebut. Saat tiba di RS pelat merah itu, anak berusia 11 tahun itu sudah sakit berat sehingga harus dipasangi alat bantu pernafasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, dokter spesialis kebidanan dr Lucky Savitry menjelaskan luka di sekitar alat kelamin bocah itu. Luka itu ditemukan secara tak sengaja oleh dokter. Saat itu dokter ingin memasukkan obat ke dalam dubur pasien, ternyata ada luka di sekitar alat kelaminnya.

"Kemungkinan luka itu disebabkan benda tumpul, ada. Kami hanya memeriksa, tapi kami tidak tahu detailnya, untuk detailnya kita tunggu hasil visum. Jadi kami hanya melihat kondisi luka," katanya.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Persabatan dr Sri Hesty Widiastoeti mengatakan bocah perempuan itu masuk ke RS Persahabatan pada Sabtu (29/11) sekitar pukul 10.38 WIB. Bocah itu dibawa masuk ke UGD dan diperiksa oleh dokter jaga.

"Saat diperiksa kesadarannya menurun, kejang-kejang demam tinggi lalu dilakukan penanganan untuk mengatasi kejang dan memasang alat bantu pernafasan," katanya.

Sedangkan dr M Iqbal yang merupakan ahli kandungan mengatakan sulit untuk mengetahui mana yang lebih dulu timbul apakah luka di alat kelaminnya atau radang selaput otaknya. "Mana yang lebih dulu timbul kita tidak tahu, apa otaknya duluan atau yang di bawahnya duluan. Jadi sulit mengentahui mana yang lebih dulu," katanya.

(/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini