Bocah kelas 5 SD yang diperkosa hidup dalam kondisi memprihatinkan. Di rumah kontrakan berukuran 5x4 meter, dia tinggal bersama kakak-kakaknya serta kedua orang tuanya yang mengais rezeki dengan memulung. Bahkan untuk biaya ke rumah sakit, tetangga yang mengantarkan karena orang tua tidak memegang uang.
Pantauan detikcom di kediaman bocah itu di Pulogebang, Jaktim, Jumat (4/1/2013), kontrakan itu tampak sepi. Ketika detikcom mengetuk pintu bangunan permanen itu, hanya ada kakak laki-laki korban. Sang kakak itu bekerja sebagai kuli bangunan. Pria berusia 17 tahun itu mengaku sedang sakit.
detikcom sempat mengintip ke dalam rumah. Di kontrakan itu, di ruang tengah terdapat televisi, kasur, dan juga kompor di pojokan rumah. Di bagian belakang terdapat kamar mandi. Rumah kontrakan itu telah ditempati sejak beberapa tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk ke rumah itu mesti melewati gang sempit. Lingkungan daerah itu memang sederhana. Tapi semua tetangga hubungan baik saling membantu.
Kebiasaan saling membantu itu pula yang membuat Sumarni, tetangga, membawa korban ke RS Persahabatan. Keluarga itu sudah tidak punya biaya kala korban mengalami kejang-kejang.
"Korban memang pendiam anaknya. Dia rajin sekolah bersama teman-temannya. Tapi setelah kejadian itu dia tidak bisa sekolah, bahkan tidak ikut ujian," ujar Sumarni dengan raut sedih.
Kini korban dirawat di ICU RS Persahabatan. Korban diturunkan kesadarannya karena terus mengalami kejang-kejang. Dugaan kekerasan seksual baru diketahui setelah petugas di IGD menemukan kemaluan korban membengkak. Korban masih belum sadar sejak 6 hari. Pihak kepolisian pun tengah melakukan penyelidikan kasus ini.
(ndr/nrl)










































