"Barangkali apa yang dilakukan Presiden hari ini diharapkan menterinya lebih banyak turun daripada rapat. Lebih memahami persoalan yang ada di masyrakat," kata ketua DPD Irman Gusan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/1/2013).
Menurutnya, sekarang masyarakat bawah merasa kurang diperhatikan oleh pejabat pemerintah, maka aksi blusukan dinilai bisa menjadi salah satu upaya konkrit untuk memaksimalkan sisa waktu pemerintahan.
"Mudah-mudahan di masa injury time ini kalau main bola kan ini babak kedua, tinggal 20 menit kita harap kalau itu dilakukan SBY akan dikenal dengan tinta emas sebagai presiden yang dipilih langsung oleh rakyat secara demokratis," ucapnya.
Ia menuturkan, masih ada cukup waktu bagi SBY dan menteri-menterinya membenahi dan menyelesaikan tugas-tugas pemerintahan hingga akhir masa jabatan.
"Ya Presiden tentu berharap menteri ini konsentrasi di kabinetnya lebih dari tugas yang lainnya. Kalau menteri sudah dipercaya sebagai pelaksana tugas negara, maka bukan lagi tugas partainya. Dia harus all out dibawah Presiden, karena yang bertanggungjawab secara politik adalah Presiden," lanjut Irman.
SBY pagi hingga siang, Jumat (4/1/2013) 'blusukan' ke sebuah permukiman nelayan Kampung Tanjung Pasir, yang terletak di pesisir Kabupaten Tangerang. Awalnya, kunjungan kerja SBY ini sempat dirahasiakan dan mendadak, bahkan membuat Bupati Tangerang terlambat tiba di lokasi.
Pada kunjungan kali ini, SBY menyempatkan mengunjungi tempat pelelangan ikan sederhana. SBY mendengarkan curhatan masyarakat dari soal BBM sampai limbah. Pak Presiden juga sempat memberikan bantuan dana Rp 100 juta untuk para nelayan.
(/rmd)











































