SBY akan Tinggal di Istana
Jumat, 24 Sep 2004 14:56 WIB
Bogor - Akan tinggal di mana SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) setelah dilantik menjadi presiden 2004-2009. Demi efisiensi, SBY memilih akan tinggal di Istana Presiden. Pengakuan SBY ini disampaikan saat ditanya sejumlah warga jamaah salat Jumat di masjid Al Istiqomah, Cikeas, Bogor, Jumat (24/9/2004). Sambil berebut salaman seusai salat Jumat, ada warga yang bertanya kepada SBY mengenai tempat tinggalnya setelah dilantik menjadi presiden. "Saya akan tinggal di Istana. Pertimbangannya demi efisiensi. Apabila tetap tinggal di sini (Cikeas), negara akan mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk pengamanan lingkungan sekitar rumah dan biaya perjalanan dari Cikeas ke istana pulang pergi," kata SBY. Sementara kalau di di istana, lanjut SBY, selain dari sisi kemanan dan protokoler, semua fasilitas juga telah tersedia lengkap. Para tamu juga akan lebih gampang untuk bertemu. "Yang lebih utama, tidak akan bikin macet jalan, kalau saya lewat," ungkap SBY serius. Mendapat jawaban SBY, salah seorang warga menimpali, "Wah susah dong kita-kita bisa ketemu?" SBY pun menjanjikan akan mengaturnya agar bisa bertemu langsung dengan rakyat selama sebulan sekali. "Ya nanti kita atur, bagaimana caranya sebulan sekali kita bertemu langsung dengan rakyat," ungkapnya. Dari sejumlah presiden Indonesia sebelumnya, sebagian ada yang memilih tinggal di istana dan sebagian lagi memilih tinggal di luar istana. Soekarno dan Gus Dur memilih tinggal di istana. Sedangkan Soeharto dan Megawati memilih tinggal luar istana.
(asy/)











































