Kwik Geber Gerakan Pembersihan PDIP dari Kader Busuk
Jumat, 24 Sep 2004 13:58 WIB
Jakarta - Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat (Balitbangpus) DPP PDIP mengajak semua kader dan simpatisan untuk bergabung dalam Gerakan Pembersihan dan Pemurnian Partai dari anasir-anasir kader yang busuk.Balitbangpus percaya, masih ada kader-kader golongan putih yang akan membangun kembali PDIP. Hal itu diungkapkan Ketua Balitbangpus PDIP, Kwik Kian Gie, kepada wartawan di kantor Balitbangpus, Jl.Tambak 27, Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (24/9/2004).Dalam jumpa pers, Kwik didampingi Sekretaris Subagyo Anam, Bambang Pranoto, dan tokoh PDIP Abdul Madjid, Audi Tambunan, Roch Basuki, dan pengurus Balitbangpus lainnya."Kita kalah telak dalam 3 kali pemilu, ini disebabkan oleh para kader busuk yang untuk kepentingan sendiri telah membusukkan partai kita," kata Kwik.Kwik mengimbau semua kader dan simpatisan yang ingin bergabung dalam Gerakan Pembersihan dan Pemurnian Partai dari anasir-anasir yang busuk dan bertekat membangun kembali PDIP, agar menghubungi Balitbangpus."Kami adalah Badan Pengurus Litbang PDIP ditambah cukup banyak kader golongan putih yang bertekat membangun kembali PDIP yang bersih," promosi Kwik.Kwik juga menyatakan semua sudah banyak yang mengetahui dan mengeluhkan PDIP sehingga perlu dibuat gerakan yang dimotorinya. Gerakannya akan diiklankan secara luas. "Jadi tidak mungkin satu per satu disebutkan. Kita juga akan mendata, mengumumkan dan memasang iklan gerakan ini," katanya.Kwik menyangkal gerakan yang disponsorinya bertujuan memisahkan diri dari PDIP. "Bukan. Justru kami ingin tahu siapa dan seberapa persen jumlah orang yang ingin menjadikan PDIP bersih dan murni seperti perjuangan dulu pada tahun 1999 dan ini ada hubungannya dengan Kongres bulan April 2005 mendatang," paparnya.Ciri Kader BusukLalu, siapa yang dimaksudnya sebagai kader-kader busuk? "Kami tidak bersedia menyebut nama kader busuk, karena ciri-cirinya itu adalah kader yang setelah memperoleh kekuasaan, baik di DPP, DPC, DPR dan DPRD, kekuasannya dijual kepada para menteri atau siapa pun yang meminta kepentingannya supaya digolkan, baik dalam bentuk UU maupun keputusan lainnya," jawab Kwik. "Ciri lainnya, kader-kader yang memiliki akses untuk mencantumkan siapa yang bakal jadi caleg jadi, itu dimintai uang setelah dimanipulasi dan memang jadi caleg jadi, lalu dimintai uang lagi," sambungnya.Menurutnya, praktek haram semacam itu juga sering dia alami di DPP. "Dalam rapat-rapat sering memberikan gambaran-gambaran yang sama sekali tidak masuk akal dengan maksud mencari muka kepada ketua umum. Hal ini juga saya katakan karena ketua umum sendiri mengatakan, banyak kader yang carmuk dan aji mumpung," jelas Kwik.Menurut Kwik, kader busuk berakibat negatif pada partai. "Jadi bisa Anda bayangkan, pada Kongres PDIP April 2005 nanti, karena kongres itu kekuasaan tertingi partai dan para pesertanya resmi wakil-wakil DPC... kalau wakil-wakilnya rusak, keputusan partai tertinggi juga rusak. Tapi rakyat sudah melihat banyak, habislah semua," urai Kwik.Nah, gerakan pembersihan yang dicanangkannya itu bertujuan untuk menyelamatkan partai. "Kami merasa sangat sayang dengan partai ini dan akan mengambil tindakan-tindakan agar partai kembali bangkit karena kami sebagai lembaga penelitian partai, punya hak sepenuhnya untuk mencari pendapat dari luar," demikian Kwik.
(nrl/)











































