"Yang harus didorong sekarang adalah partai kemudin menyediakan orang-orang penting yang mau bekerja untuk negara. Ada tiga prasayarat yang menjadi penting bagi pejabat publik siapapun termasuk anggota Dewan," kata Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM Zainal Arifin Mochtar saat berbincang, Jumat (4/1/2013).
"Pertama ada kapasitas atau kemampuan, jadi bukan orang sembarang dan asal comot tidak punya basis kemampuan yang diusung, karena mereka akan membuat kebijakan," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua, integritas menjadi penting, orang tersebut harus punya basis moral yang baik, tidak melakukan tindakan korupsi. Kalau kita punya pejabat publik dengan integritas buruk, maka korupsi akan menjadi marak, dan proses jual beli UU akan terjadi," ungkapnya.
Ketiga menurutnya selain kapasitas dan integritas, juga harus memiliki akseptabilitas yang cukup. Publik mengkonfirmasi bahwa dia orang yang dapat diterima.
"Nah saya tidak tahu partai bekerja apa untuk mendapatkan ini, alat ukur ini yang harus kita dorong kepada partai, ada akseptabilitas, integritas, dan kapabilitas. Kalau tidak, kami juga tidak akan memilih anda," ucap Zaenal.
"Jadi bagaimana kita mendorong partai untuk memperbaiki diri, sisi lain kalau ada parpol yang sodorkan calon nggak jelas integritasnya, akseptabilitas dan kapabilitasnya jangan dipilih. Karena kita nggak bisa hanya ayo pilih, tapi harus resiprokal saling timbal balik," lanjutnya.
Lebih jauh ia menuturkan, dengan konsep seperti itu maka partai akan berlomba-lomba mendorong untuk mempunyai calon yang berintegritas, berkapabiliats dan akseptabilitas.
"Ya harus dimulai dari sekarang karena 2013 berkaitan dengan banyaknya pilkada hingga 2014 pileg, dan pilpres. Untuk melakukan PR itu belum dikerjakan secara baik oleh partai. Parti juga belum berupaya memperbaiki diri," tuturnya.
(/mok)











































