"Atas undangan pemerintah Myanmar, kami akan berkunjung ke negara bagian Rakhine untuk mengelola masalah Rohingya. Intinya memberi bantuan kemanusian," kata Marty dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2013).
Pemerintah Indonesia, sebut Marty, prihatin atas gejolak yang terjadi Myanmar terkait Rohingya. "Ini suatu perkembangan bagian dari proses perubahan demokratisasi. Tentu kita prihatin setiap ada gejolak," ujarnya.
Marty menjelaskan dalam kunjungannya, Kemlu akan melihat kondisi terkini pengungsi Rohingya. "Termasuk mengusahakan bagaimana menyelesaikan persoalan ini," tutur dia.
Terkait kasus pembantaian etnis Rohingya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah menyurati Presiden Myanmar Thein Sein pada 4 Agustus 2012. Di dalam surat tersebut, Presiden SBY mengusulkan agar Myanmar mengundang negara-negara OKI untuk meninjau langsung lokasi konflik.
Agar negara-negara yang mayoritasnya berpenduduk Islam itu dapat menyaksikan dan tahu apa yang sebenarnya terjadi dan bekerjasama mencari solusi terbaik.
(fdn/mok)











































