2013, Kemlu Fokus Kerjasama Bilateral Hingga Perlindungan WNI

2013, Kemlu Fokus Kerjasama Bilateral Hingga Perlindungan WNI

Ferdinan - detikNews
Jumat, 04 Jan 2013 11:30 WIB
2013, Kemlu Fokus Kerjasama Bilateral Hingga Perlindungan WNI
Jakarta - Memasuki tahun 2013, Kementerian Luar Negeri menetapkan 9 prioritas pokok perhatian. Kerjasama bilateral termasuk perlindungan WNI di luar negeri masuk dalam prioritas.

Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa mengatakan Indonesia akan mempertajam prioritas kerjasama bilateral dengan mitra strategis dan negara sahabat lainnya.

Pertama, kerjasama bilateral akan ditingkatkan di bidang perdagangan, investasi, pariwisata, ketahanan pangan dan energi termasuk kesehatan dan lingkungan hidup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, diplomasi ekonomi akan diarahkan kepada perluasan pasar non tradisional di samping pasar tradisional. "Pasar ekspor non tradisional Indonesia di kawasan Afrika, Timur Tengah dan Eropa Timur naik," kata Marty dalam pidato tahunan di kantornya, Jalan Pejambon, Jakpus, Jumat (4/1/2013).

Ketiga, Kemlu akan mengintensifkan perundingan perbatasan dengan negara tetangga sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia. Ada 32 kali perundingan perbatasan dengan 7 negara yang telah dilakukan. 15 Perundingan di antaranya terkait dengan perundingan batas maritim dan 17 kali merupakan perundingan batas darat.

Keempat, meningkatkan perlindungan WNI/TKI di luar negeri dengan prioritas 3 aspek yakni pencegahan, deteksi dini dan perlindungan. Kemlu mencatat sepanjang tahun 2012 upaya pencegahan membuahkan hasil dengan adanya penurunan pelaporan kasus yang dihadapi WNI di luar negeri.

"Pada tahun 2013, perlindungan WNI akan tetap menempati agenda prioritas diplomasi dan politik luar negeri. Kemlu telah membuat grand design perlindungan WNI di luar negeri," tutur Marty.

Selain keempat hal di atas, Kemenlu memiliki 5 fokus perhatian lainnya untuk tahun 2013 yakni pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di tingkat kawasan, konsolidasi demokrasi dan nilai HAM di kawasan dan tingkat global, memperkuat ketahanan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan, tetap berkontribusi memelihara perdamaian dan keamanan di tataran global, dan mendorong tatanan ekonomi dan pembangunan dunia yang berkeadilan.

(fdn/rmd)


Berita Terkait